KS Story
KS Story Petani

Kisah PNS Asyik Bertani Di Sebuah Kebun Mini Miliknya, KS Garden Kuansing Namanya. (Kebun Buah Yang Disinari Matahari, Sayuran Yang Berwarna Cerah, Mimpi Yang Dipanen, Keranjang Berlimpah, Usaha Yang Membuahkan Hasil, Akar Yang Bersemangat, Panen Manis, Dari Ladang Ke Meja Makan😅)

Selanjutnya

Tutup

Video

Potret Kehidupan Episode 27 Tentang Pilihan Profesi

23 September 2026   23:25 Diperbarui: 23 September 2026   23:25 216 0 0

Dulutu, kita sama-sama tahu lah..., masyarakat Indonesia masih banyak yang beranggapan bahwa pekerja kantor perusahaan besar multinasional menjadi tolak ukur kesuksesan, bergengsi, dan membanggakan. Hehehe.  

2005, saat orang-orang lebih memilih untuk ke kota bekerja di perusahaan-perusahaan besar multinasional. Saya malah memilih balik ke desa. Tahun segitu tu, orang-orang berbondong-bondong kerja ke kota, prestise. Biar bisa gaya-gayaan. Hah, saya beda-beda sendiri.

Cuba kita tanya pada diri sendiri!

"Mending mana? Muka ndeso rezekinya kota? Atau tampang-tampang kota, tapi ga ada yang bisa dibawa balik ke desa. Nyaris tak bersisa?". Euuyy, payah nak cakap. Cukuplah menjadi catatan tersendiri.

Evaluasi. 

Hidup ini pilihan, bray! Kalo saya ya pada zaman itu, pas gaya kota, asal setiap pulang kampung, balik-balik ke kota membawa bekal untuk hidup. Serius, ga bohong saya mah. Iya. Pas balik lagi ke kota, saya dibekali emak saya kelapa sekian biji, ada nangka berbuah di belakang rumah, dikupasnya masuk dalam plastik. Cabe dan bawang merah di bekali sekilo-sekilo tiap minggu. Beras sekian liter dari hasil sawahnya bagian emak saya, ahhahah. 

Klo diingat-ingat ya, ngenees. Hidup dikota rezeki kuq kampung. Malu saya pada diri sendiri, kok begini amat sih hidup. Ga cukup-cukup dek gaji do haa. Kena saya bos di gaya hidup. Ya gimana lah kan? Ngupi ke Excelco, cuma ngupi doang ke e mall. Habis dek kulineran je gaji saya. 

Akhirnya saya sadar, bukan hidup begini yang saya ingin. Ga pentinglah waoww. Ga penting banget parlente. Buat apa sih kesohor tapi tekor. Lha. Mending ndeso gini to, tapi bisa tiap minggu healing-healing ke kota. Seperti sekarang.

Sekarang.

Biarlah muka-muka ndeso, yang penting gaya ga kampungan. Pagi sarapan di kampung, beko malam makan di e mall. Pas beli sepatu, adaaaa dari  hasil uang jagung. Pas mao makan sama bigbos-bigbos, bisa mbayarin pake sisa-sisa uang cabe. 

Kadang terpikir oleh saya. Kenapa yah, keluarga saya banyak memilih tinggal di kota? Apa saya aja yang merasa tidak cocok lagi tidak tinggal di kota? Saya iyah, ga ada yang suruh saya pulang kampung. Wong saya sendiri yang memilih. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4