Video Pilihan

"Naik Gunung Tanpa Alas Kaki? Ini yang Terjadi Pada Istri Saya di Jalur Kawah Ratu Gunung Salak"

25 Juni 2026   05:30 Diperbarui: 24 Juni 2026   21:00 181 22 10

Langkah kami seketika melambat.
Gunung kembali mengingatkan-bahwa keindahan selalu berdampingan dengan risiko.

Akhirnya: Kawah Ratu
Dengan segala kondisi, kami akhirnya tiba di Kawah Ratu.

Rasa lelah langsung terbayar.
Hamparan kawah dengan asap belerang, suara gemuruh alam, dan lanskap yang dramatis---semuanya begitu memukau.

Kami bahkan sempat berpapasan dengan wisatawan mancanegara dari Rusia dan Denmark, serta pendaki lokal yang melanjutkan perjalanan ke Puncak Manik.

Kami menikmati suasana sekitar satu jam. Duduk, berbincang, dan tentu saja-mengabadikan momen.

"KOleksi: Misbah Moerad."

Perjalanan Turun: Lebih Berat dari yang Dibayangkan
Jika naik terasa menantang, turun justru lebih menguji.

Dengan kondisi tanpa alas kaki, perjalanan istri menjadi jauh lebih lambat. Setiap langkah harus hati-hati.

Kami sempat memperkirakan akan tiba di basecamp pukul 15.00.
Tapi kenyataannya, hingga pukul 17.00 kami masih di perjalanan.

Pihak basecamp bahkan sudah bersiap-jika pukul 18.00 kami belum tiba, mereka akan menyusul.

Alhamdulillah... kami tiba dengan selamat.
Lelah, iya. Tapi hati penuh rasa syukur.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4