Puas di dalam ruangan, kami berenam berjalan menuju area outdoor. Mengenakan bakiak go (sepatu kayu khas Belanda) di atas rumput hijau sambil berlatar belakang kincir angin memberikan sensasi liburan yang sangat autentik. Setiap sudut tempat ini benar-benar ramah kamera (instagramable).
Setelah puas berfoto dan mengembalikan kostum, rasa lelah kami bayar tuntas di restoran yang ada di dalam kawasan wisata. Kami duduk santai menikmati hidangan hangat sambil melihat-lihat kembali hasil foto di galeri ponsel. Momen sederhana seperti ini- menertawakan pose satu sama lain di tengah udara Lembang yang mulai dingin-adalah esensi utama dari liburan keluarga kami.
Rumah Belanda Lembang bukan sekadar tempat swafoto. Bagi kami berenam, tempat ini menjadi saksi bisu kebersamaan, tawa, dan cerita baru yang mempererat ikatan keluarga kami. Sebuah hari yang sempurna di tanah pasundan dengan rasa Belanda!

"Kami memang pulang tanpa membawa oleh-oleh khas Belanda. Tetapi kami membawa sesuatu yang jauh lebih berharga: foto-foto penuh tawa, cerita yang akan terus dikenang, dan keyakinan bahwa keluarga tidak selalu membutuhkan perjalanan jauh ke luar negeri untuk menciptakan kenangan. Kadang cukup beberapa jam di Lembang, mengenakan pakaian tradisional Belanda, lalu pulang dengan hati yang penuh kebahagiaan."