Video Artikel Utama

Dari Pontianak ke Singkawang: Perjalanan Penuh Rasa, Sejarah, dan Kenangan yang Tak Pernah Hilang

23 Juli 2026   06:01 Diperbarui: 23 Juli 2026   14:22 251 30 15

Kota ini memberikan suasana yang berbeda. Jalan-jalannya bersih, masyarakatnya ramah, dan nuansa keberagaman begitu terasa.

Malam harinya saya mengajak istri berjalan santai menyusuri kawasan Masjid Agung Singkawang yang berdiri megah. Tak jauh dari sana, kami juga menikmati keindahan klenteng yang menjadi salah satu ikon kota ini.

Pemandangan rumah-rumah ibadah yang berdiri berdampingan menghadirkan rasa damai. Rasanya indah melihat masyarakat yang hidup berdampingan dalam keberagaman.

Tentu saja, perjalanan malam belum lengkap tanpa wisata kuliner.

Kami kembali berhenti di beberapa tempat makan sepanjang jalan. Entah mengapa, setiap melihat makanan khas daerah, rasanya selalu muncul keinginan untuk mencicipi. Mumpung masih di Singkawang, pikir saya, kapan lagi?

Keesokan harinya perjalanan pulang menuju Pontianak dimulai. Namun seperti biasa, kami tidak pernah bisa langsung pulang begitu saja.

Masih ada beberapa tempat yang ingin kami singgahi. Kami mampir ke Singkawang Zoo, menikmati suasana yang sejuk dan rindang. Setelah itu perjalanan berlanjut menuju Pantai Pasir Panjang, menikmati semilir angin laut sebelum benar-benar meninggalkan Singkawang. Sore harinya kami kembali tiba di Pontianak dan bermalam di sana.

"Koleksi : Misbah Moerad"

Esok harinya perjalanan kami harus berpisah. Istri saya kembali ke Bogor, sementara saya masih melanjutkan petualangan menuju Sintang hingga ke kawasan perbatasan Indonesia--Malaysia di Entikong. Begitulah perjalanan kami.

Ada foto yang hilang, ada video yang terhapus, tetapi kenangan tetap tersimpan rapi di dalam ingatan.

Saya percaya, perjalanan bukan hanya tentang seberapa jauh kita melangkah, melainkan tentang seberapa banyak cerita yang kita bawa pulang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5