Kami semua langsung tertawa.

Kedatangan kami hari itu memang mempunyai dua tujuan.
Pertama tentu saja ingin mencicipi kopi andalan Hademen Camp.
Baristanya masih muda, ramah, dan penuh semangat.
Saya langsung bertanya, "Mas... kopi andalannya apa?"
Dengan percaya diri ia menjawab, "Yang paling laris, Om."
Saya kembali menggoda.
"Kalau belum saya minum, saya belum percaya."
Semua yang berada di dekat meja kopi langsung tertawa.
Beberapa menit kemudian secangkir kopi panas tersaji di hadapan saya.