Kami kemudian mampir makan di sebuah warung.
Namanya juga perjalanan suami istri.
Kalau sudah sampai tempat wisata, biasanya ada dua agenda penting:
pertama menikmati pemandangan, kedua mencari makanan.
He he he...
Sambil makan, kami sempat bertanya kepada penjaga warung tentang suasana tempat ini kalau malam hari.
Jawabannya malah membuat kami penasaran.
Katanya, kalau malam suasananya justru semakin asyik.
Tempat ini disebut buka sampai sekitar pukul 24.00, dan ketika malam tiba ada pencahayaan tambahan yang membuat kawasan air terjun terlihat berbeda.
Air yang mengalir deras, tebing batu, ditambah lampu-lampu...
Katanya memang bisa memberikan suasana yang lebih magis.