Angin pagi Puncak benar-benar menusuk sampai ke tulang.
Saya sebenarnya ingin mengeluh kepada istri.
Tapi gengsi.
Nanti malah ditanya:
"Katanya masih kuat?"
Waduh... daripada harga diri suami turun di atas Supra X, lebih baik diam saja.

Sarapan Dulu, Perjalanan Belakangan
Seperti biasa, sebelum melanjutkan perjalanan kami mampir dulu ke warung bubur ayam langganan.
Mungkin karena wajah kami sudah terlalu sering nongol di sana, si Mamang bubur langsung mengenali kami.
Tumben pagi itu dia bertanya sambil menyerahkan dua mangkok bubur ayam.