Malam ketiga...
Bulan tetap tidak kelihatan.
Yang kelihatan cuma awan tebal.

Kami sudah pakai jaket tebal, duduk menikmati udara malam yang dinginnya lumayan menusuk tulang. Sesekali kepala mendongak ke langit, berharap awan bergeser.
Tapi mungkin bulan sedang malu.
Atau mungkin...
bulan tidak mau difoto.
Hehehe...
Akhirnya kami menyerah.
Daripada terus menunggu sesuatu yang tidak jelas kapan munculnya, kami pun masuk.