Opa Jappy Official
Opa Jappy Official Jurnalis

Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Video

Esai Digital, Pendekatan Baru pada Dunia Sastra

26 Mei 2026   11:56 Diperbarui: 26 Mei 2026   13:04 145 0 0

Esai Digital | Opa Jappy
Esai Digital | Opa Jappy



Gagasan Esai Digital | Suatu Pendekatan Sastra Baru

Parvum Iter Ad Introitum | Jalan Kecil Menuju Pintu Masuk. Bisa disebut bahwa belum ada bahasan utuh tentang Esai Digital, apalagi sesuai kriteria Opa Jappy (saya). Oleh sebab itu, sebagai penguat teoretis dan inspirasi dalam pengembangan konsep Esai 8Digital ini, menggunakan sejumlah referensi, antara lain

Adorno, Theodor W

  • "The Essay as Form" Notes to Literature (Volume 1), terjemahan Shierry Weber Nicholsen
  • Columbia University Press
  • Esai ditulis antara tahun 1954--1958), Edisi Update 1991.
  • Referensi klasik yang membedah kebebasan bentuk esai dari belenggu dogmatisme akademik. Adorno berargumen bahwa esai adalah bentuk seni otonom yang menolak struktur kaku Cartesian.


Carr, Nicholas

  • The Shallows | What the Internet Is Doing to Our Brains
  • W. W. Norton & Company, 2010 (Edisi revisi dirilis pada 2020)
  • Membedah pendangkalan kognitif, perubahan plastisitas otak, dan penurunan konsentrasi akibat distorsi serta stimulasi digital yang berlebihan.


Landow, George P.

  • Hypertext 3.0: Critical Theory and New Media in an Era of Globalization
  • George P. Landow
  • The Johns Hopkins University Press, 2006
  • Pemutakhiran dari edisi terdahulu (1992 dan 1997). Mengurai teks digital dan hipertautan mengubah lanskap cara manusia membaca, menulis, serta mentransfer pengetahuan ke tataran global.


Opa Jappy

  • Lebih dari seratus video (+ musik + narasi) di YouTube dan Kompasiana dan Jakarta News sebagai Ruang Publikasi esai-esai digital yang membedah sosiologi bahasa, kritik sosial, dan fenomena kebudayaan kontemporer secara tajam serta interaktif.
  • Kanal YouTube Opa Jappy. Manifestasi esai digital dalam bentuk audio-visual (esai video), tempat narasi literasi, kajian kebahasaan, dan edukasi publik disebarkan secara multimedia demi menjangkau audiens yang luas.
  • Sekaligus sebagai upaya memancing perhatian publik; dan nantinya berujung pada memahami dan mengenal Esai Digital

Tuturan Awal

Hari Ini, Dunia Literasi dan Konstelasi Sastra sedang menghadapi persimpangan jalan yang krusial; simpang mempertahankan pakem dan cabang jalan adanya intervensi  Teknologi Digital. Menyenangkan dan sekaligus "menyusahkan" pecinta sastra yang tua seperti saya; pertahanan pakem sastra (terutama narasi dan orasi manusia yang puitis) atau adaptasi seturut intervensi teknologi digital.

Betapa Tidak! Kemajuan teknologi informasi, digital, penetrasi media sosial, dan kehadiran Kecerdasan Buatan telah mendemokratisasi ruang ketik; semua orang kini bisa menjadi penulis. Namun, membawa ironi besar, terjadinya pendangkalan kognitif secara masif. Ruang digital didominasi oleh teks instan yang sensasional, potongan video pendek tanpa konteks, serta maraknya penggunaan Template Words, frasa klise dan otomatis yang disediakan oleh mesin atau tren algoritma.

"Semua Orang Bisa Menjadi Penulis," minimal mampu deskripsikan pikiran (yang terpenjara di kepala) ke papan ketik digital; itu adalah suatu kemajuan. Namun, di balik itu, ada semacam malapetaka yang mereka lakukan, yaitu "copy-paste verbal" atau pun publikasi langsung (tanpa edit dan memasukkan unsur nalar serta rasa manusia) dari hasil produk AI. Model "penulisan dan publikasi" justru melahirkan Kemiskinan Kognitif atau Cognitive Poverty serta artikel banjir redundansi dan tumpahan sampah Template Words. Akibatnya Masyarakat, dengan wawasan, modern mulai malas berpikir mendalam dan kehilangan otentisitas dalam berbahasa. Atau pun, membiarkan "Mesin berpikir untuk Saya! Pikiran saya fokus pada hal-hal lain."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3