Opa Jappy Official
Opa Jappy Official Jurnalis

Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana

Selanjutnya

Tutup

Video

Esai Digital, Pendekatan Baru pada Dunia Sastra

26 Mei 2026   11:56 Diperbarui: 26 Mei 2026   13:04 209 1 0

Sehingga melawan kejahatan digital tersebut tidak bisa menggunakan metode penyuluhan konvensional yang lambat; tapi dengan instrumen digital yang tak kalah lincah. Maka pendekatan perlawanan terbaik adalah melalui pendekatan Esai Digital. Penggunaan Esai Digital tersebut, maka menimbulkan sejumlah dampak, antara lain

  • Membongkar Modus. Esai Digital membongkar Template Words* yang biasa digunakan Predator Child Grooming untuk menjerat korban (misalnya frasa pengisolasi, pujian manipulatif). Esai Digital memberi simulasi riil sehingga orang tua dan remaja langsung mengenali red flag sejak kalimat pertama.
  • Visualisasi Jalur Penyelamatan. Esai Digital tentang kejahatan Predator child Grooming berisi teks panjang tentang psikologi kriminal, dan langsung diintegrasikan dengan infografis tahapan grooming; yang ramah untuk dibagikan di grup-grup pesan singkat keluarga atau pum komunitas.
  • Paduan Call to Action dan Public Service Announcement pada Esai Digital Kampanye Anti Predator Child Grooming. Inilah kekuatan mutlak Esai Digital. Di dalamnya ada tautan aktif yang terhubung langsung ke nomor darurat, seperti SAPA 129 KemenPPPA, atau portal pengaduan konten negatif. Ketika orang tua atau korban membaca esai tersebut dan menyadari bahaya yang mengintai, tindakan penyelamatan dapat dilakukan saat itu juga dengan mengklik tautan tersebut.

Dengan itu, Esai Digital bukan  sekadar wacana sastra keindahan kata, melainkan Literasi Digital Proaktif yang berfungsi sebagai alat perlindungan sosial yang konkret.

Akhir Bertutur

Gagasan Esai Digital sejatinya adalah kerja kebudayaan dan karya rakyat tua agar mampu menembus ketertinggalan "Otak Tua" di di abad ke-21. Sehingga sebisa mungkin Esai Digital terus mengintervensi dan menguasai hidup dan kehidupan Dunia Sastra Abad 22 dan seterusnya.

Esai Digital adalah tawaran pendekatan sastra baru menolak esai menjadi komoditas menara gading yang kaku dan  pendangkalan akal budi manusia. Esai Digital terlahir dari rahim pemikiran bahwa teknologi tidak mengerdilkan kognisi manusia. Sebaliknya, kelincahan, kecepatan, dan keterhubungan dunia digital harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk merawat akal sehat publik, menjaga otentisitas bahasa, dan menyebarkan kecerdasan kolektif.

Menulis dengan Esai Digital adalah tindakan sadar menolak menjadi robot di dunia yang semakin mekanis, serta memastikan bahwa api pemikiran kritis tetap menyala untuk membimbing masyarakat keluar dari rimba raya disinformasi.

Opa Jappy | Penggagas Esai Digital


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3