Pegiat Literasi Publik, Pro Life Indonesia, Digital Journalism, Pengelola Jakarta News dan Ruang Biblika Kompasiana
Sehingga melawan kejahatan digital tersebut tidak bisa menggunakan metode penyuluhan konvensional yang lambat; tapi dengan instrumen digital yang tak kalah lincah. Maka pendekatan perlawanan terbaik adalah melalui pendekatan Esai Digital. Penggunaan Esai Digital tersebut, maka menimbulkan sejumlah dampak, antara lain
Dengan itu, Esai Digital bukan sekadar wacana sastra keindahan kata, melainkan Literasi Digital Proaktif yang berfungsi sebagai alat perlindungan sosial yang konkret.
Akhir Bertutur
Gagasan Esai Digital sejatinya adalah kerja kebudayaan dan karya rakyat tua agar mampu menembus ketertinggalan "Otak Tua" di di abad ke-21. Sehingga sebisa mungkin Esai Digital terus mengintervensi dan menguasai hidup dan kehidupan Dunia Sastra Abad 22 dan seterusnya.
Esai Digital adalah tawaran pendekatan sastra baru menolak esai menjadi komoditas menara gading yang kaku dan pendangkalan akal budi manusia. Esai Digital terlahir dari rahim pemikiran bahwa teknologi tidak mengerdilkan kognisi manusia. Sebaliknya, kelincahan, kecepatan, dan keterhubungan dunia digital harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk merawat akal sehat publik, menjaga otentisitas bahasa, dan menyebarkan kecerdasan kolektif.
Menulis dengan Esai Digital adalah tindakan sadar menolak menjadi robot di dunia yang semakin mekanis, serta memastikan bahwa api pemikiran kritis tetap menyala untuk membimbing masyarakat keluar dari rimba raya disinformasi.