
Itulah pengalaman saya ketika menonton Mirror (1975), salah satu karya Andrei Tarkovsky yang paling personal sekaligus paling kompleks.
Setelah 1 jam 47 menit, saya akhirnya menyadari bahwa film ini bukan sekadar kumpulan peristiwa dari kehidupan beberapa orang. Kita sedang menyelami ingatan seseorang bernama Aleksei, seorang protagonis yang suaranya hampir selalu terdengar, tetapi sosoknya justru sangat jarang diperlihatkan. Kita tidak benar-benar mengikuti kehidupannya secara langsung. Sebaliknya, kita diajak memasuki pikirannya, melihat dunia melalui ingatan, penyesalan, dan kerinduan yang masih tersimpan di dalam dirinya.
Ingatan sebagai Struktur Penceritaan
Salah satu hal paling menarik dari Mirror adalah bagaimana Tarkovsky membangun struktur narasinya. Ia tidak menggunakan kronologi linear sebagaimana film konvensional pada umumnya. Masa kecil, kehidupan dewasa, masa perang, dan pengalaman keluarga hadir secara bergantian tanpa batas waktu yang benar-benar tegas.
Pada awalnya, pendekatan ini mungkin membingungkan. Namun, justru di situlah kekuatan penulisannya.
Tarkovsky tidak sedang menceritakan kehidupan Aleksei berdasarkan urutan kejadian. Ia sedang merepresentasikan bagaimana manusia mengingat. Ingatan tidak bekerja seperti arsip yang tersusun secara kronologis. Satu kenangan dapat memunculkan kenangan lainnya, sebuah tempat dapat mengingatkan seseorang pada masa kecilnya, bahkan wajah seseorang dapat membangkitkan sosok lain yang telah lama berlalu.
Karena itu, struktur nonlinier Mirror terasa begitu organik. Perpindahan antara masa lalu dan masa kini bukan sekadar teknik penyuntingan, melainkan representasi dari cara kesadaran manusia bekerja.
Aleksei menjadi pusat dari seluruh pengalaman tersebut, meskipun kehadirannya secara visual sangat terbatas. Kita mengenalnya melalui suaranya, percakapannya, dan fragmen kehidupan yang muncul sepanjang film. Dengan demikian, penonton tidak hanya menyaksikan cerita tentang Aleksei, tetapi seolah-olah ikut mengalami proses mengingat bersamanya.
Cermin antara Masa Lalu dan Masa Kini
Judul Mirror memiliki lapisan makna yang sangat menarik. Cermin pada dasarnya merefleksikan sesuatu yang berada di hadapannya, tetapi dalam film ini, refleksi tersebut memiliki hubungan yang lebih kompleks dengan identitas dan waktu.