Arifbol
Arifbol Penulis

Belajar buat artikel sendiri mulai sekarang karena kata bapak Rocky Gerung plagiarisme atau menjiplak adalah kejahatan intelektual.

Selanjutnya

Tutup

Video

Duka Akan Pergi

24 Mei 2026   13:07 Diperbarui: 24 Mei 2026   13:07 80 5 5


Duka Akan Pergi: Keyakinan Bahwa Kesedihan Takkan Berakhir Abadi

Oleh: Arifbol

Musik bukan sekadar rangkaian nada dan irama belaka. Bagi saya, musik adalah bahasa hati yang mampu mengungkapkan apa yang sulit diucapkan oleh kata-kata biasa. Di saat kita sedang terpuruk, kecewa, atau dilanda kesedihan yang mendalam, sering kali kita butuh teman yang bisu namun mengerti, dan lagu hadir untuk mengisi ruang itu.

Lewat lagu "Duka Akan Pergi" yang saya ciptakan ini, saya ingin mengajak siapa saja yang mendengarkan atau membaca tulisan ini, untuk kembali mengingat satu hukum alam dan kehidupan yang paling benar: tidak ada sesuatu pun yang abadi di dunia ini, termasuk kesedihan dan penderitaan.

Lagu ini lahir dari inspirasi besar dari salah satu karya legendaris musik Indonesia, "Duka Pasti Berlalu". Seperti lagu klasik tersebut, karya ini mengusung pesan ketabahan, kesabaran, dan keyakinan bahwa waktu akan selalu menjadi obat penawar segala luka. Sesuai prinsip saya dalam berkarya, lirik ini saya rangkai sesingkat mungkin, padat, langsung menyentuh inti pesan, tanpa kata-kata berlebihan, namun menyimpan makna yang sangat luas dan dalam.

Berikut adalah lirik lengkap dari lagu "Duka Akan Pergi":

JUDUL: Duka Akan Pergi

CIPT: Arifbol

Janganlah kau biarkan air mata terus jatuh

Menghitamkan hari yang seharusnya indah

Setiap badai pasti akan reda pada waktunya

Sinar mentari takkan selamanya tertutup awan

Kegelapan malam pasti diganti fajar

Sakit yang kau rasa hanyalah sementara

Duka pun pasti akan berlalu juga

Angin bawa pergi segala rasa pedih

Biarkan hilang lenyap terbawa mimpi

Hati yang luka kan pulang kembali

Bahagia menanti di ujung hari

Janganlah kau biarkan air mata terus jatuh

Menghitamkan hari yang seharusnya indah

Setiap badai pasti akan reda pada waktunya

Sinar mentari takkan selamanya tertutup awan

Kegelapan malam pasti diganti fajar

Sakit yang kau rasa hanyalah sementara

Duka pun pasti akan berlalu juga

Angin bawa pergi segala rasa pedih

Biarkan hilang lenyap terbawa mimpi

Hati yang luka kan pulang kembali

Bahagia menanti di ujung hari

Tenangkan hati...

Duka pasti berlalu...

Makna Mendalam di Balik Lirik yang Padat

Sengaja saya merancang struktur lagu ini dengan pengulangan bagian awal yang sama persis (Verse 1 sama dengan Verse 2). Tujuannya agar pesannya semakin menancap di hati, mudah diingat, dan menyatu dengan perasaan pendengar. Pengulangan itu adalah penegasan: apa pun yang sedang kau rasakan sekarang, percayalah, itu tidak akan bertahan selamanya. Mari kita bedah maknanya bersama-sama.

"Janganlah kau biarkan air mata terus jatuh, Menghitamkan hari yang seharusnya indah..."

Di awal lagu, saya ingin mengajak kita semua untuk berhenti sejenak dan menenangkan diri. Saat kesedihan datang menyerang, sering kali kita terhanyut sepenuhnya, membiarkan rasa itu menguasai seluruh hidup kita, hingga kita menjadi buta dan lupa bahwa di luar sana masih banyak keindahan yang menunggu untuk dilihat dan disyukuri.

Kalimat ini adalah teguran halus sekaligus ajakan: jangan biarkan kepahitan masa kini membuat kita kehilangan kebahagiaan yang seharusnya bisa kita rasakan hari ini. Kiasan "Setiap badai pasti akan reda pada waktunya" adalah hukum alam yang nyata. Tidak ada hujan yang tak kunjung berhenti, tidak ada badai yang abadi. Kesusahan, penderitaan, atau duka yang sedang dirasakan saat ini hanyalah sebuah fase, bukan akhir dari segalanya.

"Sinar mentari takkan selamanya tertutup awan, Kegelapan malam pasti diganti fajar..."

Ini adalah inti dari harapan yang ingin saya sampaikan. Awan kelabu boleh saja menutup matahari untuk sementara waktu, namun ia tidak akan pernah mampu menutupnya selamanya. Sehebat apa pun awan gelap itu, ia pasti akan bergeser dan hilang terbawa angin. Begitu pun dengan malam yang pekat dan sunyi, seberapa lama pun ia berjalan, ia selalu berakhir dengan datangnya cahaya fajar yang terang benderang.

Begitu pun dengan rasa sakit hati, kekecewaan, atau kehilangan yang kita rasakan. Semuanya bersifat sementara. Kata-kata "Sakit yang kau rasa hanyalah sementara, Duka pun pasti akan berlalu juga" saya tuliskan dengan keyakinan penuh, meyakinkan hati bahwa masa depan jauh lebih indah daripada apa yang sedang dirasakan saat ini. Segala penderitaan itu hanya sebatas "masa lalu" di masa depan nanti.

"Angin bawa pergi segala rasa pedih, Biarkan hilang lenyap terbawa mimpi..."

Di bagian inti atau Chorus, perasaannya berubah dari ketabahan menjadi pelepasan yang indah. Mengajarkan kita untuk ikhlas melepaskan segala rasa sakit, biarkan rasa itu hilang terbawa waktu, seolah lenyap seperti mimpi saat kita terbangun dari tidur. Ada kekuatan besar dalam melepaskan, karena dengan melepaskan ruang di hati, kita memberi tempat bagi kebahagiaan baru untuk masuk.

Dan percayalah pada janji ini: "Hati yang luka kan pulang kembali, Bahagia menanti di ujung hari." Luka fisik maupun batin pasti akan sembuh, hati yang hancur akan utuh kembali dan menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Di perjalanan hidup ini, kebahagiaan yang sesungguhnya sudah menunggu kita di depan sana, tinggal kita melangkah maju melewati masa sulit ini dengan sabar dan tenang.

Penutup lagu yang singkat namun mendalam: "Tenangkan hati... Duka pasti berlalu...", menjadi pesan terakhir yang menenangkan, mengakhiri lagu dengan damai dan penuh kepasrahan yang indah.

Gaya Musik: Pesan Abadi yang Tak Lekang Waktu

Untuk aransemen musiknya, saya memilih aliran Slow Rock. Bagi saya, pesan kehidupan yang sederhana namun benar seperti ini adalah pesan yang tak lekang oleh waktu. Tidak perlu irama yang ramai, tidak perlu lirik yang rumit atau berbelit-belit. Cukup melodi yang lembut, vokal yang penuh penghayatan, dan kata-kata yang bicara langsung ke sanubari.

Gaya ini adalah penghormatan saya pada karya-karya musik hebat masa lalu, yang walaupun sudah berpuluh tahun berlalu, pesannya tetap relevan, tetap dibutuhkan, dan selalu bisa menjadi obat bagi hati manusia sampai kapan pun.

Lagu ini sangat cocok didengarkan saat hati sedang gundah, saat sedang menghadapi masalah berat, atau saat kita butuh pengingat bahwa hidup itu berputar. Apa yang turun, akan naik kembali. Apa yang menyakitkan hari ini, akan menjadi kenangan yang menguatkan kita di masa depan.

Pesan untuk Pembaca dan Pendengar

Melalui tulisan ini dan lagu Duka Akan Pergi, saya ingin berbagi satu pesan sederhana namun bermakna dalam: Jangan pernah menyerah saat sedang berada di titik terendah.

Setiap orang pasti punya masa-masa sulitnya masing-masing. Tidak ada manusia yang hidupnya mulus-mulus saja tanpa goresan luka. Namun ingatlah selalu satu hal: kesedihan itu bersifat singkat, namun harapan itu abadi. Badai akan berlalu, awan akan menyingkir, dan matahari akan bersinar kembali lebih terang dari sebelumnya.

Semoga tulisan dan lagu ini bisa menjadi teman setia yang menenangkan hatimu, menguatkan langkahmu, dan mengingatkanmu bahwa bahagia itu pasti ada, tinggal menunggu waktu yang tepat untuk datang menyapa.

Terima kasih telah membaca dan mendukung karya-karya musik saya. Tetaplah tabah, tetaplah bersemangat, karena percayalah... Duka pun pasti akan berlalu juga.

--- Arifbol

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5