Widodo Antonius
Widodo Antonius Guru

Hobi membaca menulis dan bermain musik

Selanjutnya

Tutup

Video

Merilis Luka Lewat Petikan Dawai

24 Februari 2026   22:15 Diperbarui: 24 Februari 2026   22:15 165 14 3

Rindu adalah inti dari lagu ini. Rindu bukan sekadar perasaan ingin bertemu. Rindu adalah kesadaran akan kebutuhan terdalam. Seekor rusa yang kehausan mencari sungai bukan karena pilihan, tetapi karena kebutuhan hidup.

Begitu pula manusia. Ketika kita kehilangan seseorang, sering kali kita merasa separuh diri ikut pergi. Namun melalui perenungan, kita disadarkan: jangan sampai kita kehilangan arah, apalagi merasa ditinggalkan oleh Tuhan.

Manusia bisa pergi. Waktu bisa merenggut. Tetapi Tuhan tidak berubah.

Bagaimana Merilis Luka?

Merilis bukan berarti melupakan. Merilis adalah mengizinkan hati berdamai.

Ada beberapa cara sederhana yang saya renungkan melalui proses pembuatan video ini:

  1. Mengakui rasa sakit -- Jangan menyangkal luka. Tangisan bukan kelemahan.
  2. Mencari ruang hening -- Musik instrumental menjadi salah satu jalannya.
  3. Mengalihkan rindu pada Yang Kekal -- Jika rindu hanya diarahkan pada yang fana, kita mudah hancur.
  4. Berserah -- "Engkau kekuatan dan perisaiku, kepada-Mu rohku berserah."

Petikan gitar klasik dalam video ini saya harapkan menjadi ruang sunyi bagi siapa pun yang sedang belajar melepaskan.

Jangan Sampai Ditinggalkan oleh Tuhan

Kita tidak bisa menahan orang untuk tetap tinggal dalam hidup kita. Tetapi kita bisa menjaga relasi kita dengan Tuhan. Lagu ini mengingatkan bahwa hasrat hati terdalam bukanlah sekadar memiliki seseorang, melainkan menyembah dan berserah.

"Kaulah Tuhan hasrat hatiku, kurindu menyembah-Mu..."

Pada akhirnya, kehilangan dapat menjadi pintu pendewasaan iman. Rindu yang diarahkan kepada Tuhan tidak akan pernah sia-sia.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3