Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Belajar Konsumsi Bijak dan Cukup di Bulan Ramadan: Kisah Omjay Menemukan Makna "Secukupnya".
Ramadan Bukan Ajang Balas Dendam Saat Berbuka.
Inilah Kisah Omjay Melawan Lapar Mata dan Budaya Konsumtif yang Diam-Diam Menggerogoti Makna Puasa.
Ramadan sering berubah menjadi pesta konsumsi yang tak terasa. Lapar mata mengalahkan makna puasa, meja makan penuh, tetapi hati justru kosong.
Melalui kisah Omjay, kita diajak belajar arti "cukup" yang sesungguhnya.
Kisah Omjay ini menjelaskan bahwa menahan diri bukan hanya soal tidak makan dan minum, melainkan juga mengendalikan keinginan. Dari daftar belanja yang sederhana hingga kebiasaan berbuka yang lebih bijak.
Ramadan menjadi sekolah kehidupan tentang syukur, keberkahan, dan kepedulian. Karena sejatinya, puasa bukan ajang balas dendam saat magrib tiba, melainkan latihan menjadi pribadi yang lebih sadar, hemat, dan bermakna.
Setiap Ramadan tiba, kita menahan lapar seharian. Namun anehnya, justru saat berbuka kita sering "membalas dendam" pada meja makan, seolah puasa adalah kompetisi mengalahkan rasa sabar dengan piring yang penuh sesak.
Ramadan selalu datang dengan dua wajah. Wajah pertama adalah wajah spiritual: masjid yang ramai, tilawah yang menggema, doa yang mengalir deras.
Wajah kedua adalah wajah konsumtif: pusat perbelanjaan penuh, promo bertebaran, meja makan melimpah ruah. Di antara dua wajah itu, ada satu pelajaran penting yang sering terlupa: belajar konsumsi bijak dan cukup.