Merilis Luka Lewat Petikan Dawai
Refleksi Video Instrumen "Seperti Rusa Rindu Sungai-Mu"
Oleh: Widodo, S.Pd.
Kehilangan dan ditinggalkan itu sakit. Kalimat ini sederhana, tetapi daya hantamnya luar biasa. Kita bisa kehilangan orang yang kita cintai karena kematian, jarak, perbedaan, bahkan karena perubahan hati. Rasa sakitnya kadang tak bersuara, namun menggema di relung jiwa.
Berangkat dari perenungan itulah saya membuat video instrumen lagu "Seperti Rusa Rindu Sungai-Mu", judul asli As the Deer. Lagu rohani ini diciptakan oleh Martyn J. Nystrom pada tahun 1981, terinspirasi dari Mazmur 42:2: "Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah." Lagu ini telah diterjemahkan ke berbagai bahasa dan dinyanyikan ulang oleh banyak penyanyi rohani, termasuk versi Johan Lumoindong yang dapat ditemukan di Spotify.
Mengapa Lagu Ini?
Ketika saya memilih topik refleksi "Kehilangan dan Ditinggalkan itu Sakit, Bagaimana Merilisnya?", lagu ini terasa begitu pas. Kehilangan sering membuat manusia merasa kosong. Namun kekosongan itu sebenarnya ruang. Ruang yang menunggu diisi kembali oleh sesuatu yang lebih dalam dan lebih kekal.
Saya memilih aransemen gitar klasik sebagai pengiring instrumen. Petikan gitar klasik memiliki karakter lembut namun tegas. Ada nada yang terdengar sendu, ada pula yang menguatkan. Seperti hidup---tidak selalu riuh, tetapi sarat makna.
Tanpa lirik yang dinyanyikan, melodi justru memberi ruang lebih luas bagi pendengar untuk merenung. Setiap orang dapat menaruh kisahnya sendiri di antara nada-nada itu.
Rindu Sebagai Kata Kunci
"Seperti rusa rindu sungai-Mu, jiwaku rindu Engkau..."