Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
"Dan janganlah sebagian kalian mengghibahi sebagian yang lain. Sukakah salah seorang dari kalian memakan daging bangkai saudaranya yang telah mati? Tentu kalian merasa jijik. Maka bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al-Hujurat: 12)
Perumpamaan ini begitu kuat dan menggugah. Menggunjing atau ghibah diibaratkan seperti memakan bangkai saudara sendiri.
Ini sesuatu yang menjijikkan, menjauhkan nurani, dan merusak hati. Namun ironisnya, banyak dari kita melakukannya tanpa rasa bersalah. Bahkan terkadang dianggap sebagai hal biasa dalam obrolan sehari-hari.
Padahal, setiap kata yang keluar dari lidah tidak pernah luput dari catatan malaikat. Tidak ada yang sia-sia. Semuanya akan dipertanggungjawabkan.
Lidah dan Ujian Kehidupan
Dalam kehidupan sehari-hari, lidah sering menjadi sumber ujian. Saat emosi memuncak, lidah ingin melampiaskan kemarahan. Saat iri menyelimuti hati, lidah tergoda untuk mencela. Saat berkumpul dengan teman, lidah mudah tergelincir dalam ghibah dan fitnah.
Di sinilah letak perjuangan sejati. Bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi menahan ucapan. Bukan hanya menjaga perbuatan, tetapi juga menjaga perkataan.
Betapa banyak hubungan retak karena satu kalimat. Betapa banyak hati terluka karena satu ucapan. Dan betapa banyak penyesalan datang karena lidah yang tidak terjaga.
Namun sebaliknya, satu kata yang baik bisa menjadi penyelamat. Satu nasihat bisa mengubah hidup seseorang. Satu dzikir bisa menenangkan jiwa.
Lidah yang Menghidupkan Hati
Lidah yang digunakan untuk berdzikir akan membawa ketenangan. Mengucap Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar bukan sekadar rutinitas, tetapi energi yang menghidupkan hati yang kering.