Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Tiga Bulan Lift Mati Di Stasiun Klender Baru Kini Saatnya Pemprov DKI Jakarta dan DJKA Tak Lagi Saling Tunggu

9 April 2026   13:23 Diperbarui: 9 April 2026   13:34 203 5 5

informasi dari pengelola stasiun/dokpri
informasi dari pengelola stasiun/dokpri

Kisah Omjay kali ini tentang Tiga Bulan Lift Mati di Klender Baru: Saatnya Pemprov DKI dan DJKA Tak Lagi Saling Tunggu. Omjay sudah mendapatkan penjelasannya dari kepala stasiun Klender Baru dan akun Computer Line di komentar kompasiana. Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana tercinta.

Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan laporan yang disampaikan. Kami sangat memaklumi adanya anggapan bahwa seluruh fasilitas di stasiun merupakan tanggung jawab langsung KAI Commuter.

Namun, perlu kami informasikan bahwa pengelolaan stasiun melibatkan pembagian wewenang yang berbeda antara Regulator (DJKA Kemenhub), Pemilik Infrastruktur (Kemenhub/KAI), dan Operator (KAI Commuter). Lebih lanjut dapat kami sampaikan bahwa dalam kaitannya dengan lift di Stasiun Klender Baru seperti yang dikeluhkan bukan berada di area stasiun dan dibangun oleh Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta sehingga untuk perawatan ataupun perbaikan lift bukan merupakan kewajiban KAI/KAI Commuter.

Berdasarkan UU No. 23 Tahun 2007 dan Permenhub No. 63 Tahun 2019, KAI Commuter bertugas sebagai operator layanan perjalanan (kereta, kru, dan tiket), atau dalam hal ini memegang izin operasi sarana. Sementara itu, infrastruktur fisik dan pendukung seperti lift di stasiun-stasiun tertentu (terutama jalur DDT) secara umum masih dalam ranah pembangunan atau pemeliharaan pihak kementerian terkait.


Meskipun demikian, kami tetap menindaklanjuti keluhan tersebut. Keluhan ini tetap menjadi prioritas kami untuk dikoordinasikan secara intensif dengan pihak-pihak yang berwenang agar perbaikan fasilitas tersebut dapat segera terealisasi demi kenyamanan bersama. Kami berterima kasih kepada masyarakat yang menjadi mata dan telinga bagi kemajuan layanan transportasi publik kita. 

Commuter Line KAI

jam oparasional lift yang rusak/dokpri
jam oparasional lift yang rusak/dokpri

Setelah membaca komentar dari akun Commuter Line tersebut, maka Omjay memberanikan diri menulis surat terbuka untuk gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)

https://www.kompasiana.com/komentar/wijayalabs/69d4d442c925c44fce179332/surat-terbuka-untuk-kepala-stasiun-klender-baru-jakarta-timur

Surat Terbuka untuk Gubernur, Wakil Gubernur DKI Jakarta, dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian

Yth.
Bapak Gubernur Provinsi Jakarta
Bapak Wakil Gubernur Provinsi Jakarta
Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan RI
di Tempat

Dengan hormat,

Perkenankan kami, sebagai masyarakat pengguna transportasi publik, menyampaikan suara hati yang mungkin selama ini terpendam di tengah padatnya aktivitas kota.

Di Stasiun Klender Baru, terdapat sebuah fasilitas yang sejatinya menjadi simbol kemudahan akses---sebuah lift pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dekat titik ngetem angkot K02 dan K20. Namun ironisnya, selama lebih dari tiga bulan, lift tersebut tidak berfungsi.

Bagi sebagian orang, ini mungkin sekadar gangguan kecil. Namun bagi lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan masyarakat yang membawa barang berat, kondisi ini bukan sekadar ketidaknyamanan---melainkan hambatan nyata yang menguras tenaga dan bahkan berisiko bagi keselamatan.

Kami telah menyampaikan keluhan ini kepada pihak pengelola stasiun. Dan kami mengapresiasi keterbukaan pihak stasiun yang menjelaskan bahwa lift tersebut memang berada di luar kewenangan operator, melainkan dibangun dan dikelola oleh Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta serta berada dalam koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Penjelasan ini membuka mata kami bahwa dalam pengelolaan transportasi publik, terdapat pembagian peran antara operator, regulator, dan pemilik infrastruktur. Namun di sisi lain, kondisi ini juga menimbulkan satu pertanyaan besar yang menggantung di benak masyarakat:

Ketika fasilitas publik rusak, siapa yang benar-benar bertanggung jawab memastikan ia segera diperbaiki?

Masyarakat tentu tidak ingin terjebak dalam batas-batas birokrasi. Bagi kami, yang terpenting adalah fungsi kembali berjalan. Lift kembali hidup. Akses kembali terbuka. Dan keadilan bagi seluruh pengguna transportasi dapat dirasakan.

Mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian serta Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 63 Tahun 2019, memang terdapat pembagian yang jelas antara operator sarana dan pengelola prasarana. Namun regulasi tersebut sejatinya hadir untuk memperjelas tanggung jawab---bukan untuk memperlambat solusi.

Dalam konteks ini, kami melihat perlunya kolaborasi nyata dan cepat antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai pihak yang membangun fasilitas, serta DJKA sebagai regulator dan pengelola infrastruktur perkeretaapian nasional.

Kami tidak sedang mencari siapa yang salah.
Kami hanya ingin memastikan siapa yang bergerak lebih cepat.

Karena setiap hari yang berlalu tanpa perbaikan adalah hari di mana:

  • Seorang lansia harus berjuang menaiki tangga tinggi
  • Seorang ibu hamil harus menahan lelah lebih lama
  • Seorang penyandang disabilitas merasa diabaikan oleh sistem

Bukankah kota besar seperti Jakarta seharusnya menjadi contoh inklusivitas dan aksesibilitas?

Melalui surat terbuka ini, kami memohon dengan sangat:

  1. Kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya Dinas Bina Marga, agar segera melakukan percepatan perbaikan lift JPO di Stasiun Klender Baru.
  2. Kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), agar turut mengoordinasikan dan mengawal proses perbaikan ini sehingga tidak berlarut-larut.
  3. Kepada seluruh pihak terkait, agar memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat mengenai progres perbaikan.
  4. Jika terdapat kendala teknis atau administratif, kiranya dapat disampaikan secara terbuka agar masyarakat memahami dan tidak merasa diabaikan.

Kami percaya, Bapak Gubernur dan jajaran, serta DJKA memiliki komitmen besar terhadap pelayanan publik. Kami yakin bahwa suara kecil seperti ini, jika didengar dengan hati, dapat menjadi pemicu perubahan yang lebih besar.

Karena sesungguhnya, kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik yang megah, tetapi dari kepedulian terhadap kebutuhan dasar warganya.

Lift mungkin terlihat sederhana.
Namun bagi sebagian orang, ia adalah satu-satunya jalan untuk tetap bisa bergerak dengan layak.

Akhirnya, kami berharap agar surat ini tidak hanya menjadi bacaan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menghadirkan kembali fungsi yang hilang.

Jangan biarkan masyarakat terlalu lama menunggu.
Karena harapan yang terlalu lama dibiarkan, bisa berubah menjadi kekecewaan.

Atas perhatian dan tindak lanjut Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih.

Hormat kami,
Masyarakat Pengguna Transportasi Publik

logo sponsor disamping lift yang rusak/dokpri
logo sponsor disamping lift yang rusak/dokpri

Penutup yang Menggetarkan Hati Pembaca:
Jika satu lift saja membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk diperbaiki, maka yang rusak bukan hanya mesinnya, tetapi juga rasa peduli kita. Saatnya bergerak, sebelum kepercayaan ikut padam. Jangan biarkan mereka yang membutuhkan harus naik turun tangga yang curam dan menyulitkan buat mereka. Mari kita bantu mereka dengan menyebarkan informasi ini, dan viralkan di media sosial.

tangga stasiun klender baru yang curam buat penumpang/dokpri
tangga stasiun klender baru yang curam buat penumpang/dokpri

Berikut 6 tag SEO yang kuat dan bermanfaat buat pembaca:


Salam Blogger Persahabatan

Omjay/Kakek Jay

Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

Omjay Guru Blogger Indonesia/dokpri
Omjay Guru Blogger Indonesia/dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4