Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay Kuasai Skill Menulis dan Public Speaking 2 Keterampilan Analog Yang Masih Sangat Dibutuhkan Saat Ini!

13 April 2026   07:25 Diperbarui: 13 April 2026   11:31 231 11 6


Kisah Omjay kali ini tentang Keterampilan yang Masih Omjay Miliki: Menulis dan Berbicara sebagai Jalan Menginspirasi. 

"Dari Tulisan Sepi Pembaca hingga Jadi Inspirasi: Rahasia Omjay Kuasai Skill Menulis & Public Speaking!"

Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd (Omjay)

Di tengah derasnya arus perubahan zaman, satu hal yang saya yakini tetap relevan dan tak lekang oleh waktu adalah keterampilan. Bukan sekadar gelar atau jabatan, tetapi keterampilan nyata yang bisa terus diasah, digunakan, dan diwariskan. Dalam perjalanan hidup saya sebagai guru, saya menyadari bahwa ada dua keterampilan utama yang hingga kini masih saya miliki dan terus saya kembangkan: menulis dan berbicara di depan umum.

Kedua keterampilan ini bukan datang begitu saja. Ia tumbuh dari proses panjang, jatuh bangun, bahkan sering kali dari kegagalan yang menyakitkan. Namun justru dari sanalah saya belajar, bahwa keterampilan sejati tidak pernah instan.

Menulis: Mengikat Ilmu dan Mengabadikan Jejak

Saya mulai menulis bukan karena hebat, tetapi karena kebutuhan. Kebutuhan untuk berbagi, untuk menyampaikan gagasan, dan untuk meninggalkan jejak pemikiran. Di awal perjalanan, tulisan saya sering sepi pembaca. Bahkan, tidak jarang saya merasa seperti berbicara sendiri di ruang kosong.

Namun saya teringat satu hal penting: menulis bukan tentang siapa yang membaca, tetapi tentang apa yang ingin kita sampaikan. Dari situlah saya terus menulis. Hari demi hari, tanpa lelah.

Menulis bagi saya bukan hanya keterampilan, tetapi juga terapi. Saat pikiran penuh, saya menulis. Saat hati gelisah, saya menulis. Bahkan saat bahagia, saya tetap menulis. Dari kebiasaan itu, saya mulai merasakan manfaatnya. Tulisan-tulisan saya mulai dibaca, dibagikan, bahkan menginspirasi orang lain.

Lebih dari itu, menulis telah mengajarkan saya untuk berpikir lebih jernih, lebih sistematis, dan lebih bijak dalam menyikapi kehidupan. Saya belajar merangkai kata, menyusun ide, dan menyampaikan pesan dengan cara yang bisa dipahami banyak orang.

Berbicara di Depan Umum: Menyuarakan Inspirasi

Selain menulis, keterampilan lain yang terus saya asah adalah berbicara di depan umum. Awalnya, saya juga tidak percaya diri. Berdiri di depan banyak orang membuat jantung berdebar, tangan berkeringat, dan pikiran kosong.

Namun sebagai seorang guru, saya sadar bahwa berbicara adalah bagian dari tanggung jawab. Guru bukan hanya penyampai materi, tetapi juga penyampai inspirasi.

Saya mulai belajar. Mengikuti pelatihan, mengamati pembicara hebat, dan yang paling penting: berani mencoba. Dari kelas kecil, seminar sederhana, hingga forum yang lebih besar, saya terus melatih diri.

Saya belajar bahwa berbicara di depan umum bukan tentang seberapa hebat kita, tetapi seberapa tulus kita menyampaikan. Ketika kita berbicara dari hati, maka pesan akan sampai ke hati.

Kini, saya menikmati setiap kesempatan berbicara. Bukan untuk tampil hebat, tetapi untuk berbagi pengalaman, membangkitkan semangat, dan mengajak orang lain untuk terus belajar.

Sinergi Menulis dan Berbicara

Menariknya, kedua keterampilan ini saling melengkapi. Menulis membantu saya merumuskan ide dengan baik, sementara berbicara membantu saya menyampaikan ide tersebut dengan lebih hidup.

Apa yang saya tulis, sering kali menjadi bahan yang saya sampaikan. Sebaliknya, pengalaman berbicara memberi saya banyak inspirasi untuk menulis.

Dari sinilah saya memahami bahwa keterampilan bukan sesuatu yang berdiri sendiri. Ia saling terhubung, saling menguatkan, dan saling memperkaya.

Terus Belajar di Usia Berapa Pun

Satu hal yang selalu saya pegang teguh adalah: belajar tidak mengenal usia. Meski usia terus bertambah, semangat untuk belajar tidak boleh padam.

Saya masih terus belajar menulis dengan gaya yang lebih baik. Saya masih belajar berbicara dengan cara yang lebih efektif. Saya masih belajar memahami audiens, membaca situasi, dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

Karena saya yakin, siapa yang berhenti belajar, sejatinya sedang berhenti hidup.

Pesan untuk Para Guru dan Generasi Muda

Melalui tulisan ini, saya ingin mengajak para guru dan generasi muda untuk tidak meremehkan keterampilan. Jangan hanya mengejar nilai atau gelar, tetapi kejarlah keterampilan yang bisa membuat Anda bertahan dan berkembang.

Mulailah dari hal kecil. Menulislah satu paragraf setiap hari. Beranikan diri berbicara di depan kelas atau komunitas. Jangan takut salah, karena dari kesalahan itulah kita belajar.

Percayalah, keterampilan yang Anda latih hari ini akan menjadi bekal berharga di masa depan.

Penutup

Menulis dan berbicara adalah dua keterampilan yang masih saya miliki hingga hari ini. Keduanya bukan hanya alat, tetapi juga jalan hidup. Jalan untuk berbagi, menginspirasi, dan memberi makna.

Saya bukan siapa-siapa tanpa proses belajar. Dan saya tidak akan berhenti belajar, selama hayat masih dikandung badan.

Karena pada akhirnya, bukan tentang seberapa hebat kita hari ini, tetapi tentang seberapa konsisten kita untuk terus bertumbuh.

Demikianlah Kisah Omjay tentang Kuasai Skill Menulis dan Public Speaking 2 Keterampilan Analog Yang Masih Sangat Dibutuhkan Saat Ini! Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana tercinta.

Kisah Omjay Kuasai Skill Menulis dan Public Speaking 2 Keterampilan Analog Yang Masih Sangat Dibutuhkan Saat Ini!

Salam literasi,
Omjay/Kakek Jay

Guru blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

Omjay guru blogger Indonesia/dokpri
Omjay guru blogger Indonesia/dokpri

Jangan lupa Klik https://wijayalabs.com/2026/03/11/kiriman-yang-menghubungkan-mimpi-kisah-omjay-bersama-jne/, mohon komentarnya supaya omjay menang lomba menulis JNE, terima kasih.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4