Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Rezeki itu Tak Selalu Uang

17 April 2026   10:54 Diperbarui: 17 April 2026   15:12 226 12 8


Kisah Omjay kali ini tentang Rezeki Itu Tak Selalu Uang. Sebuah Catatan Pagi Omjay Tentang Makna Kehidupan yang Lebih Luas

Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd (Omjay)

Pagi itu, seperti biasa, saya duduk di teras rumah sambil menyeruput kopi hangat. Burung-burung berkicau, udara terasa segar, dan hati pun terasa lapang. Namun, di tengah ketenangan itu, pikiran saya melayang pada satu pertanyaan sederhana yang sering disalahpahami banyak orang: Apa sebenarnya rezeki itu?

Ilustrasi artikel/chatgpt
Ilustrasi artikel/chatgpt

Sebagian besar dari kita, mungkin termasuk saya di masa lalu, sering menyempitkan makna rezeki hanya pada satu hal: uang. Ketika gaji masuk, kita merasa mendapat rezeki. Ketika dompet menipis, kita merasa seolah rezeki sedang menjauh. Padahal, jika kita mau merenung lebih dalam, pemahaman ini terlalu dangkal dan bisa menyesatkan cara kita memandang hidup.

Dalam Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:

"Dan tidak ada suatu makhluk melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya..." (QS. Hud: 6)

Ayat ini menegaskan bahwa rezeki bukan hanya milik manusia, tetapi seluruh makhluk hidup. Dan tentu saja, bentuknya tidak selalu berupa materi.

Sebagai seorang guru, saya sering menemukan pelajaran berharga dari kehidupan sehari-hari. Suatu ketika, saya bertemu dengan seorang rekan guru yang secara ekonomi tidak terlalu berkecukupan. Namun, ia selalu tampak bahagia, sehat, dan dikelilingi oleh murid-murid yang mencintainya. Saya sempat bertanya dalam hati, "Apa rahasianya?"

Ternyata, ia memahami rezeki dengan cara yang berbeda. Baginya, kesehatan adalah rezeki. Murid yang menghormatinya adalah rezeki. Bahkan, kesempatan untuk mengajar setiap hari pun ia anggap sebagai rezeki luar biasa.

Dari situ saya mulai tersadar, bahwa rezeki itu sangat luas. Rasulullah SAW juga bersabda:

"Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin. Semua urusannya adalah baik baginya..." (HR. Muslim)

Hadis ini mengajarkan bahwa setiap kondisi, baik senang maupun susah, bisa menjadi rezeki jika kita menyikapinya dengan iman.

Dalam perjalanan hidup saya sebagai Omjay, saya juga merasakan banyak bentuk rezeki yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Ketika tulisan saya dibaca orang, itu rezeki. Ketika ada pembaca yang terinspirasi, itu rezeki. Bahkan ketika tulisan saya sepi pembaca, itu pun rezeki---karena di situ saya belajar sabar, belajar ikhlas, dan belajar memperbaiki diri.

Rezeki bukan hanya tentang apa yang kita terima, tetapi juga tentang apa yang mendekatkan kita kepada Allah SWT.

Para ulama menjelaskan bahwa rezeki yang sejati adalah segala sesuatu yang bermanfaat untuk kehidupan akhirat. Maka, jika kita memiliki teman yang selalu mengingatkan kita untuk shalat, itu adalah rezeki. Jika kita diberi kesempatan untuk belajar ilmu yang mendekatkan diri kepada Allah, itu adalah rezeki.

ilustrasi artikel/chatgpt
ilustrasi artikel/chatgpt

Allah SWT berfirman:

"Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka." (QS. At-Talaq: 2-3)

Ayat ini sering kita dengar, tetapi jarang kita resapi maknanya. Rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka bukan hanya uang mendadak, tetapi bisa berupa ketenangan hati, kemudahan dalam urusan, atau dipertemukan dengan orang-orang baik.

Saya teringat pengalaman ketika pertama kali aktif menulis di blog. Awalnya tidak ada yang membaca. Bahkan, mungkin hanya saya sendiri yang membuka tulisan itu. Namun, saya terus menulis. Hingga suatu hari, tanpa saya duga, tulisan saya mulai dikenal, dibaca banyak orang, dan bahkan menginspirasi guru-guru lain di seluruh Indonesia.

Apakah itu rezeki? Tentu saja.

Bahkan lebih dari sekadar uang, itu adalah rezeki ilmu dan kebermanfaatan. Sering kali kita lupa bersyukur karena kita hanya menghitung rezeki dalam bentuk angka. Padahal, jika kita mau menghitung nikmat Allah yang lain---keluarga yang sehat, sahabat yang setia, ilmu yang bermanfaat---maka kita akan sadar bahwa kita sebenarnya sangat kaya.

Allah SWT berfirman:

"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya..." (QS. Ibrahim: 34)

Ayat ini seperti menampar kesadaran kita. Betapa selama ini kita sering mengeluh kekurangan, padahal kita tenggelam dalam lautan nikmat. Dalam kehidupan modern yang serba cepat ini, kita sering terjebak dalam perlombaan materi. 

Kita lupa bahwa kebahagiaan tidak selalu berbanding lurus dengan jumlah uang yang kita miliki. Banyak orang kaya yang gelisah, dan banyak orang sederhana yang justru hidup dengan penuh ketenangan.

Maka, mari kita luruskan kembali cara pandang kita tentang rezeki. Rezeki adalah:

  • Nafas yang masih kita hirup hari ini
  • Keluarga yang selalu mendukung kita
  • Ilmu yang membuat kita semakin bijak
  • Kesempatan untuk berbuat baik
  • Dan iman yang menjaga kita tetap di jalan-Nya

omjay guru blogger indonesia/dokpri
omjay guru blogger indonesia/dokpri

Sebagai penutup, saya ingin mengajak diri saya sendiri dan para pembaca untuk lebih sering bersyukur. Jangan hanya melihat apa yang belum kita miliki, tetapi lihatlah apa yang sudah Allah berikan.

Karena pada akhirnya, rezeki yang paling berharga bukanlah yang membuat kita kaya di dunia, tetapi yang menyelamatkan kita di akhirat. Semoga kita semua diberikan rezeki yang berkah, luas, dan mendekatkan kita kepada Allah SWT. Aamiin.

Tetap semangat, terus menulis, dan jangan lupa bersyukur. Barakallahu fiikum.

Salam blogger persahabatan

Wijaya Kusumah - omjay

Guru blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

omjay guru blogger indonesia/dokpri
omjay guru blogger indonesia/dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3