Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Sustainability Pilihan

Skandal Memalukan di Kampus Hukum UI Salah Siapa?

15 April 2026   14:09 Diperbarui: 15 April 2026   15:05 227 5 3

https://www.facebook.com/search/top?q=kampus%20ui%20depok
https://www.facebook.com/search/top?q=kampus%20ui%20depok

Kisah Omjay kali ini tentang "Viral! 16 Mahasiswa Hukum Diduga Lecehkan 27 Korban di Kampus Elite. Kata Omjay: Ini Bukan Sekadar Skandal, Ini Krisis Moral!" Sebuah "Skandal Memalukan di Kampus Hukum UI: Ketika Calon Penegak Keadilan Justru Melecehkan Martabat Manusia". Skandal Memalukan di Kampus Hukum UI Salah Siapa?

Kabar yang datang dari Universitas Indonesia benar-benar membuat hati miris. Sebagai salah satu kampus terbaik di negeri ini, tempat lahirnya para intelektual dan calon penegak hukum, justru tercoreng oleh perilaku tidak bermartabat dari segelintir mahasiswanya. 

Lebih menyedihkan lagi, peristiwa ini terjadi di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Sebuah tempat yang seharusnya menjunjung tinggi nilai keadilan, etika, dan kemanusiaan.

Berita tersebut juga viral di kompas.id di sini.

Sebanyak 20 mahasiswa dan 7 dosen dilaporkan menjadi korban pelecehan seksual dalam bentuk verbal dan digital. Mereka dijadikan bahan pembicaraan tidak pantas dalam grup percakapan privat yang dibuat oleh 16 mahasiswa. 

Grup tersebut bukan sekadar tempat bercanda, melainkan ruang yang dipenuhi kata-kata yang merendahkan, menghina, bahkan mengobjektifikasi korban.

Saya, Omjay guru blogger Indonesia dan seorang guru yang setiap hari berjuang menanamkan nilai karakter kepada siswa, tentu tidak bisa diam membaca berita ini. Hati saya bertanya: ke mana hilangnya nilai moral yang seharusnya tertanam kuat dalam diri mahasiswa, apalagi mereka yang belajar hukum?

Kasus ini terungkap setelah kuasa hukum korban, Timotius Rajagukguk, memeriksa isi percakapan dalam grup tersebut. Fakta yang ditemukan sungguh mencengangkan. Percakapan mereka tidak hanya melecehkan secara verbal, tetapi juga merendahkan martabat manusia secara terang-terangan.

Yang lebih ironis, para pelaku diketahui tinggal dalam satu indekos yang sama dan dengan sengaja membentuk grup tersebut sebagai "ruang aman" untuk melampiaskan perilaku menyimpang mereka. Mereka merasa bebas, bahkan seolah kebal hukum.

Menurut Fathimah Azzahra dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, kasus ini pertama kali mencuat dari unggahan di media sosial X melalui akun anonim. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4