Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Sustainability Pilihan

Skandal Memalukan di Kampus Hukum UI Salah Siapa?

15 April 2026   14:09 Diperbarui: 15 April 2026   15:05 265 5 3

Kasus ini harus menjadi titik balik. Kampus harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi semua. Tidak boleh ada ruang bagi pelecehan, sekecil apa pun bentuknya.

Sebagai penutup, saya teringat satu kalimat sederhana: "Ilmu tanpa akhlak adalah kehancuran."

Mari kita jaga dunia pendidikan kita, bukan hanya dengan kecerdasan, tetapi dengan hati yang penuh kemanusiaan.   

"Sidang Panas di FH UI: 16 Terduga Pelaku Dipaksa Hadir, Kampus Elite Diguncang Skandal Memalukan!"

Sidang internal di Fakultas Hukum Universitas Indonesia berubah menjadi momen penuh ketegangan dan emosi. Forum yang digelar di auditorium kampus Universitas Indonesia, Depok, pada Senin malam hingga Selasa dini hari (14/4/2026), menjadi saksi bagaimana kemarahan mahasiswa memuncak terhadap dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan 16 mahasiswa.

Awalnya, hanya dua terduga pelaku yang berani hadir di forum tersebut. Sementara 14 lainnya tidak muncul dengan alasan dilarang oleh orang tua. Namun, kondisi ini justru memicu reaksi keras dari peserta forum yang hadir. Suasana memanas, tekanan dari massa semakin kuat, hingga akhirnya seluruh terduga pelaku dipaksa untuk hadir dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan publik kampus.

https://www.youtube.com/shorts/ei-SLwKUr0o

Detik-detik kedatangan mereka pun terekam dan viral di media sosial. Dalam video yang beredar, terlihat suasana nyaris ricuh. Massa melontarkan sumpah serapah, menunjukkan betapa dalamnya kekecewaan dan kemarahan terhadap tindakan yang dinilai mencoreng nama baik kampus.

Kasus ini mencuat setelah beredarnya tangkapan layar percakapan grup mahasiswa yang berisi konten vulgar dan dugaan pelecehan seksual. Isi percakapan tersebut tidak hanya melanggar norma kesopanan, tetapi juga diduga kuat merendahkan martabat perempuan, baik mahasiswa maupun dosen.

Pihak fakultas tidak tinggal diam. Dalam pernyataan resminya, mereka menegaskan bahwa proses penelusuran dan verifikasi sedang dilakukan secara serius, cermat, dan menyeluruh. Prinsip kehati-hatian dan keadilan tetap dijunjung tinggi agar tidak ada pihak yang dirugikan dalam proses ini.

Lebih jauh, pihak kampus juga membuka kemungkinan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum apabila ditemukan unsur pidana. Langkah ini menunjukkan bahwa institusi pendidikan tidak boleh menjadi tempat yang kebal terhadap hukum, apalagi dalam kasus yang menyangkut pelecehan seksual.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4