Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Lebih dari sekadar solusi teknis, yang dibutuhkan adalah keberpihakan. Keberpihakan pada mereka yang selama ini telah menunjukkan loyalitas dan dedikasi dalam menjalankan tugas negara.
Keberpihakan pada keluarga-keluarga yang berjuang dalam diam, tanpa banyak keluhan, tetapi menyimpan harapan besar akan masa depan anak-anak mereka.
Kekhawatiran terbesar para PNS bukan hanya soal beban ekonomi, tetapi juga dampaknya terhadap semangat pengabdian.
Ketika tekanan hidup semakin berat, bukan tidak mungkin motivasi kerja ikut tergerus. Dan jika itu terjadi, maka pelayanan publik yang menjadi ujung tombak pemerintahan juga bisa terdampak.
Namun di balik semua itu, masih ada harapan. Para PNS percaya bahwa negara tidak akan menutup mata terhadap suara yang datang dari dalam tubuhnya sendiri.
Mereka percaya bahwa kebijakan yang adil dan manusiawi masih bisa diwujudkan. Mereka percaya bahwa pemerintah akan mendengar, memahami, dan mengambil langkah yang tepat.
Tulisan kisah Omjay ini bukan sekadar keluhan. Ini adalah refleksi, sekaligus pengingat bahwa di balik setiap kebijakan, ada manusia-manusia yang merasakannya secara langsung.
Ada keluarga yang berjuang, ada anak-anak yang menggantungkan masa depan, dan ada orang tua yang berusaha sekuat tenaga untuk tidak menyerah.
Sudah saatnya kita melihat persoalan ini dengan lebih jernih dan empatik. Pendidikan bukanlah beban, melainkan investasi. Dan investasi itu seharusnya bisa diakses oleh semua, termasuk oleh mereka yang setiap hari mengabdi untuk negara.
Semoga suara ini sampai kepada hati yang tepat. Dan semoga, dari suara yang sederhana ini, lahir kebijakan yang lebih adil, lebih manusiawi, dan lebih berpihak pada masa depan bangsa.
Salam blogger persahabatan