Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Persahabatan Omjay dan Pak Doktor Paidi adalah Perjalanan Penuh Makna Menuju kembali ke Bengkulu. Inilah kisah Omjay di kompasiana tercinta. Semoga bermanfaat buat pembaca kompasiana.
Pagi itu terasa berbeda. Udara Bekasi masih dingin. Selamat Kembali ke Bengkulu Pak Dr. Paidi Pembina KOGTIK yang kami sayangi. Kehadiran beliau menyisakan sejuk yang tipis, seolah enggan melepas malam sepenuhnya.
Di Terminal Bus Damri Kayuringin, langkah-langkah kaki mulai terdengar, kendaraan lalu-lalang, dan para penumpang bersiap memulai perjalanan mereka masing-masing. Di antara hiruk-pikuk itu, berdirilah dua sahabat lama: Omjay dan Pak Doktor Paidi.
Keduanya tampak sederhana, namun aura kebersamaan mereka begitu kuat. Senyum yang terukir di wajah mereka bukan sekadar basa-basi, melainkan cerminan perjalanan panjang persahabatan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
Sebuah persahabatan yang tidak hanya dipenuhi tawa, tetapi juga perjuangan, cerita hidup, dan mimpi yang terus dirawat bersama. Kami kuliah S3 angkatan 2014 di pascasarjana UNJ.
Omjay, yang dikenal sebagai Guru Blogger Indonesia, bukan hanya seorang pendidik, tetapi juga penulis yang mengabadikan kisah-kisah kehidupan dalam rangkaian kata.
Sementara Pak Doktor Paidi, sahabat setianya, adalah sosok yang sederhana namun penuh makna. Ia bukan hanya teman berbincang, tetapi juga tempat berbagi cerita, keluh kesah, dan harapan. Seorang kepala sekolah berprestasi dari SMKN 6 Bengkulu.

Pagi itu, bapak Dr. PAIDI bersiap kembali ke Bengkulu. Perjalanan yang bukan sekadar perpindahan tempat, tetapi juga perjalanan hati. Omjay mengantarnya sampai terminal Damri kayuringin Bekasi
Dari Terminal Kayuringin Bekasi, beliau akan menaiki bus Damri menuju Bandara Soekarno-Hatta. Dari sanalah, langkah pak doktor Paidi akan berlanjut, terbang menuju tanah Bengkulu yang menyimpan kenangan dan tujuan baru.
"Perjalanan itu bukan tentang seberapa jauh kita pergi, tapi dengan siapa kita melangkah," ujar Omjay sambil tersenyum.
Pak Paidi hanya mengangguk, lalu mengacungkan jempolnya. Inilah gestur sederhana yang sarat makna. Dalam diamnya, tersimpan keyakinan bahwa perjalanan ini akan menjadi cerita indah yang kelak akan dikenang.
Di sekitar mereka, kehidupan terus berjalan. Seorang pengemudi ojek online bersiap menerima pesanan, pedagang kecil membuka lapaknya, dan penumpang lain sibuk dengan urusan masing-masing.
Namun bagi Omjay dan Pak Doktor Paidi, waktu seakan berjalan lebih lambat. Mereka menikmati setiap detik kebersamaan sebelum perjalanan panjang dimulai. PAK Doktor Paidi memesan indomie rebus pakai telur sebelum masuk bis Damri menuju Bandara Suta. Inilah kisah persahabatan dua orang anak manusia.

Persahabatan mereka bukanlah persahabatan biasa. Ia telah teruji oleh waktu dan keadaan. Dari pertemuan-pertemuan sederhana, diskusi panjang tentang dunia pendidikan, hingga perjalanan-perjalanan yang memperkaya pengalaman hidup.
Mereka saling menguatkan, saling mengingatkan, dan saling mendukung dalam setiap langkah. Omjay menjadi doktor teknologi pendidikan berkat bantuan pak doktor Paidi yang rajin mengirinkan jurnal ilmiah untuk bahan disertasi Omjay kala itu.
Omjay juga sering menuliskan kisah-kisah inspiratif, dan Pak Doktor Paidi sering menjadi bagian dari cerita itu. Bukan sebagai tokoh utama, tetapi sebagai sahabat yang selalu hadir di balik layar. Sosok yang mungkin tidak banyak bicara, tetapi selalu ada ketika dibutuhkan.
Bus Damri yang pak Doktor Paidi tunggu akhirnya tiba. Suara mesin yang khas menjadi tanda bahwa perjalanan segera dimulai. Para penumpang mulai naik satu per satu. Omjay dan Pak Paidi saling pandang sejenak, seolah memastikan bahwa mereka siap melangkah bersama dan kembali berpisah.
"Bismillah," ucap Omjay pelan.
Bapak Dr. PAIDI pun naik ke dalam bus Damri, memilih tempat duduk yang berdekatan dengan supir. Di dalam bus, suasana mulai terasa lebih tenang. Perjalanan menuju Bandara Soekarno-Hatta memakan waktu yang tidak sebentar, tetapi bagi pak Doktor Paidi, waktu itu justru menjadi ruang untuk berbagi cerita. Sementara Omjay melanjutkan perjalanan naik kereta KRL dari stasiun Bekasi menuju Klender yang penuh sesak penumpangnya.

Sepanjang perjalanan tadi dari rumah Omjay, menuji terminal bus damri kayu ringin Bekasi, kami berbincang tentang banyak hal. Terutama tentang keluarga, tentang dunia pendidikan, tentang mimpi-mimpi yang belum tercapai, dan tentang harapan untuk masa depan.
Sesekali, tawa kami pecah, menghangatkan suasana di dalam mobil sewaan maxim yang kami tumpangi. Supirnya juga enak diajak bicara. Beliau orang Palembang yang wajahnya mirip bapak Susno Duaji. Mantan petinggi Polri yang terkenal.

Pak Doktor Paidi bercerita tentang kampung halaman di Bengkulu, tentang rindunya pada suasana desa, dan tentang keinginannya untuk terus memberikan manfaat bagi orang lain. Omjay mendengarkan dengan penuh perhatian, lalu sesekali menambahkan cerita dan refleksi yang mendalam.
Perjalanan ini bukan hanya perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan batin. Kami belajar untuk bersyukur atas setiap kesempatan, atas setiap pertemuan, dan atas setiap langkah yang telah dilalui bersama.
Ketika bus Damri melaju di jalan tol Cikampek menuju bandara, matahari mulai naik perlahan. Cahaya keemasan menyinari jalanan, memberikan harapan baru untuk hari yang akan dijalani.
Bagi Omjay dan Pak doktor Paidi, cahaya itu seolah menjadi simbol perjalanan mereka penuh harapan, penuh makna, dan penuh cerita. Sebuah persahabatan yang abadi.
Sesampainya di Bandara Soekarno-Hatta, perjalanan pak Paidi belum berakhir. Justru, di situlah babak baru dimulai. Beliau akan melanjutkan perjalanan ke Bengkulu, membawa serta cerita, pengalaman, dan semangat yang telah mereka bangun bersama. Sementara Omjay alhamdulilah sudah sampai Stasiun Klender jakarta timur.

Persahabatan Omjay dan Pak Doktor Paidi adalah bukti bahwa kebersamaan tidak selalu harus mewah atau megah. Cukup dengan ketulusan, kepercayaan, dan kehadiran yang nyata, sebuah persahabatan bisa menjadi kekuatan yang luar biasa.
Di tengah dunia yang semakin sibuk dan individualistis, kisah mereka menjadi pengingat bahwa memiliki sahabat sejati adalah anugerah yang tak ternilai. Sahabat yang tidak hanya hadir saat senang, tetapi juga tetap setia di saat sulit.

Perjalanan dari Terminal Kayuringin Bekasi menuju Bandara Soekarno-Hatta mungkin hanya beberapa jam. Namun bagi Omjay dan Pak Doktor Paidi, perjalanan itu adalah bagian dari kisah panjang yang akan terus kami kenang.
Dan di suatu hari nanti, ketika kami kembali mengenang perjalanan ini, mereka akan tersenyum bersama karena kami tahu, kami tidak pernah berjalan sendirian.
Demikianlah kisah omjay tentang Selamat Kembali ke Bengkulu Pak Dr. Paidi Pembina KOGTIK. Semoga selamat sampai tujuan dan sukses selalu. Aamiin.
Inspirasi Pagi ;
Senin, 27 April 2026
Hidup itu *murah dan sederhana*
Yang mahal itu gengsi kita.
Hidup itu *mudah dan simpel*
Yang sulit dan rumit itu memenuhi variasi keinginan kita.
Sebab,...
_”Rejeki dari Allah itu *pasti cukup untuk hidup* Tapi tidak akan pernah cukup Untuk *gaya hidup*”_
“Dan tidak ada satupun makhluk yang berjalan di muka bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya” (Huud: 6).
Tetap Semangat.
--------------------
Barakallah fiikum
Salam blogger persahabatan
Omjay/Kakek Jay
Guru blogger Indonesia
