Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Jejak Pengabdian Ayah Didi Bertemu Presiden Prabowo Subianto

29 April 2026   05:31 Diperbarui: 29 April 2026   09:57 493 4 4

Ketika Ayah Didi mengenakan batik tersebut, beliau seakan membawa suara jutaan guru di seluruh penjuru negeri. Mulai dari kota hingga pelosok desa, dari ruang kelas sederhana hingga sekolah modern.

Ayah Didi adalah representasi dari guru sejati. Ia mungkin tidak memiliki gelar panjang atau jabatan tinggi, namun ketulusan dalam mendidik menjadi nilai yang tak tergantikan. Dalam setiap langkahnya, ia mengajarkan bahwa menjadi guru bukan hanya soal mentransfer ilmu, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai, dan menyalakan harapan.

Momen pertemuannya dengan tokoh nasional menjadi bukti bahwa suara guru mulai didengar. Kehadiran Ayah Didi dalam forum penting tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan simbol bahwa guru memiliki posisi strategis dalam pembangunan bangsa. Pendidikan adalah kunci, dan guru adalah penjaganya.

Namun di balik kebanggaan itu, ada realitas yang tidak selalu mudah. Banyak guru di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan. Hal itu mulai dari kesejahteraan yang belum merata, fasilitas yang terbatas, hingga tuntutan zaman yang terus berubah. Di sinilah sosok seperti Ayah Didi menjadi penting. Ia tidak hanya mengajar di kelas, tetapi juga menjadi inspirasi bagi sesama guru untuk tetap teguh dalam pengabdian.

Seragam batik PGRI yang dikenakan Ayah Didi menjadi pengingat bahwa profesi guru adalah profesi mulia. Ia bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan jiwa. Dalam setiap helai kainnya, tersimpan semangat untuk terus belajar, berinovasi, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.

Kita sering kali lupa bahwa di balik setiap tokoh besar, ada guru yang pernah membimbingnya. Di balik setiap keberhasilan, ada doa dan usaha dari seorang pendidik. Ayah Didi adalah salah satu dari mereka yang mungkin tidak dikenal luas, namun dampaknya terasa dalam kehidupan banyak orang.

Melihat Ayah Didi berdiri tegak dengan batik PGRI di hadapan tokoh nasional, kita diingatkan bahwa guru tidak boleh dipandang sebelah mata. Mereka adalah pilar utama dalam mencetak generasi masa depan. Sudah seharusnya mereka mendapatkan penghargaan yang layak baik secara moral maupun material.

Artikel kisah Omjay ini bukan hanya tentang Ayah Didi, tetapi tentang semua guru di Indonesia. Tentang mereka yang setiap hari datang ke sekolah dengan semangat, meski kadang lelah. 

Tentang mereka yang tetap tersenyum, meski menghadapi berbagai keterbatasan. Dan tentang mereka yang terus percaya bahwa pendidikan adalah jalan menuju perubahan.

Mari kita belajar dari Ayah Didi yang bijaksana. Bahwa menjadi guru adalah kehormatan. Bahwa mengenakan batik PGRI bukan sekadar seragam, tetapi identitas. Dan bahwa dalam kesederhanaan, terdapat kekuatan yang luar biasa.

Semoga kisah Omjay ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang sesungguhnya. Dan bahwa di balik setiap batik PGRI yang dikenakan, ada hati yang tulus mengabdi untuk negeri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3