Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Makanan tinggi purin seperti jeroan, daging merah, dan beberapa jenis seafood sering menjadi pemicu utama. Namun, bagaimana dengan sayur asem?
Kandungan Sayur Asem: Sehat atau Berisiko?
Sayur asem terdiri dari berbagai bahan alami, seperti:
Sebagian besar bahan tersebut sebenarnya tergolong rendah purin dan aman dikonsumsi. Bahkan, sayuran seperti labu siam dan kacang panjang justru kaya serat, vitamin, dan mineral yang baik untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Namun, ada satu bahan yang perlu mendapat perhatian khusus, yaitu melinjo.
Melinjo: Si Kecil yang Berpengaruh Besar
Melinjo, baik dalam bentuk biji maupun daunnya, dikenal memiliki kandungan purin yang cukup tinggi dibandingkan sayuran lain. Inilah yang menjadi "titik kritis" dalam sayur asem.
Jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau terlalu sering, melinjo dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. Hal ini tentu menjadi perhatian bagi mereka yang memiliki riwayat asam urat atau sedang menjaga kadar asam urat tetap stabil.
Dengan kata lain, sayur asem bukanlah penyebab utama naiknya asam urat, melainkan komposisinya yang menentukan.
Jadi, Bolehkah Penderita Asam Urat Makan Sayur Asem?
Jawabannya: boleh, dengan syarat.