Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

MBG Bermanfaat Atau Tidak?

5 Mei 2026   09:30 Diperbarui: 5 Mei 2026   13:08 306 10 10

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengungkapkan bahwa dirinya merasa menjadi presiden berkat dukungan kaum buruh. Ia menyampaikan rasa terima kasih sekaligus janji untuk terus memperjuangkan kesejahteraan mereka.

Pernyataan ini penting karena menunjukkan hubungan emosional antara pemerintah dan buruh. Bagi Prabowo, buruh bukan sekadar objek kebijakan, tetapi juga mitra perjuangan. Prabowo bahkan menegaskan sumpahnya untuk membela rakyat, terutama mereka yang hidup dalam kesulitan. Pesan ini menjadi pengingat bahwa politik seharusnya kembali pada esensinya: mengabdi kepada rakyat kecil.

Simbolisme dan Gestur yang Mengena

Pidato Prabowo tidak hanya kuat dalam kata-kata, tetapi juga dalam gestur. Setelah menyampaikan pidato sekitar 35 menit, ia menutupnya dengan pekikan:

"Hidup buruh!"

Pekikan itu disambut riuh oleh massa. Bahkan, dalam momen spontan, Prabowo melepas baju safarinya dan melemparkannya ke arah buruh sebagai simbol kedekatan.

Tindakan ini mungkin sederhana, tetapi memiliki nilai simbolik yang kuat: seorang presiden yang ingin terlihat dekat dengan rakyatnya.

Antara Harapan dan Tantangan

Meski mendapat sambutan meriah, program MBG tetap menyisakan pertanyaan kritis.

Beberapa pihak mempertanyakan:

  • Apakah program ini bisa berjalan secara merata di seluruh Indonesia?
  • Bagaimana pengawasan kualitas makanan?
  • Apakah anggaran besar yang digelontorkan akan efektif?

Pertanyaan-pertanyaan ini wajar, mengingat MBG adalah program besar dengan dampak luas. Namun, justru di sinilah pentingnya pertanyaan Prabowo kepada buruh. Dengan bertanya "bermanfaat atau tidak", beliau sudah membuka ruang evaluasi publik.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5