Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Pengalaman Horor Sendirian di Rumah, Tapi Ada yang Memanggil Nama Omjay Tengah Malam

6 Mei 2026   19:02 Diperbarui: 6 Mei 2026   19:02 157 5 7

Tidak ada siapa-siapa.  Namun, di sudut ruangan... saya melihat sesuatu.

Sosok itu berdiri diam. Tinggi, kurus, dengan rambut panjang menutupi wajahnya. Pakaiannya putih, tetapi terlihat kusam, seperti sudah lama tidak tersentuh. Omjay seperti menonton video film horor di youtube.

https://www.youtube.com/watch?v=qnfim1DYyAk

Omjay pakai baju jepang siap mengusir hantu/dokpri
Omjay pakai baju jepang siap mengusir hantu/dokpri

Saat itu Omjay memakai baju Jepang. Lengkap dengan pedang samurai. Siap mengusir hantu. Saya tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Tetapi saya tahu... itu bukan manusia. Kami saling berhadapan beberapa detik yang terasa seperti berjam-jam.

Saya ingin berteriak, tetapi suara saya seakan hilang. Tubuh saya tidak bisa bergerak. Lalu sosok itu perlahan mengangkat kepalanya.
Dan di situlah saya melihat matanya.

Kosong. Gelap. Tidak ada kehidupan di sana. Saya langsung menutup mata dan membaca doa sekuat yang saya bisa. Dalam kondisi ketakutan luar biasa, hanya itu yang bisa saya lakukan.

Beberapa saat kemudian, suasana menjadi sunyi.Sangat sunyi. Bahkan sepi sekali.

Saya memberanikan diri membuka mata. Sosok itu sudah tidak ada. Lampu kembali menyala. Laptop saya tiba-tiba hidup kembali seperti tidak terjadi apa-apa.

Saya terduduk lemas. Keringat dingin membasahi tubuh saya. Malam itu saya tidak melanjutkan pekerjaan. Saya memilih duduk diam sampai pagi.

Keesokan harinya, saya mencoba menceritakan kejadian itu kepada seorang teman yang lebih paham hal-hal seperti ini. Beliau hanya tersenyum dan berkata, "Tidak semua yang kita alami bisa dijelaskan dengan logika."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4