Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Kisah Omjay kali ini tentang Pengalaman Horor yang pernah Omjay alami. Sendirian di Rumah, Tapi Ada yang Memanggil Nama Saya Tengah Malam... Siapa Itu Sebenarnya? Sebuah Pengalaman Horor yang bikin merinding bulu kudukku. Suatu Malam Ketika Omjay Tidak Sendirian, dan Omjay ceritakan ketika bertemu kawan-kawan alumni STM Negeri 3 Jakarta. Ternyata mereka juga pernah mengalaminya.
Pengalaman Horor
Malam itu terasa berbeda. Angin berhembus pelan, tetapi entah kenapa suasananya begitu menusuk.
Jam dinding rumahnmenunjukkan pukul 23.45 WIB ketika saya, yang biasa dipanggil Omjay, masih duduk di ruang kerja kecil di rumah. Seperti biasa, saya menulis, membaca, dan sesekali mengecek ponsel. Tidak ada yang aneh pada awalnya.
Namun, perasaan ganjil mulai muncul ketika lampu di ruang tamu berkedip pelan.
Awalnya saya pikir itu hanya gangguan listrik biasa. Saya abaikan, mencoba tetap fokus pada tulisan yang sedang saya kerjakan.
Tetapi beberapa detik kemudian, terdengar suara seperti langkah kaki dari arah ruang tamu.
Saya berhenti mengetik.
"Ah, mungkin kucing," batin saya mencoba menenangkan diri.
Rumah saat itu memang sedang sepi. Istri dan anak-anak sedang pulang ke rumah mertua di Bandung. Jadi hanya saya seorang diri.
Saya mencoba berpikir logis. Tapi suara itu terdengar jelas dan bukan suara kucing. Lebih berat, seperti langkah seseorang berjalan perlahan.
Tok... tok... tok...Jantung saya mulai berdetak lebih cepat.
Saya memberanikan diri untuk keluar dari ruang kerja. Lampu ruang tamu menyala, tetapi suasana terasa dingin, berbeda dari biasanya.
Saya melihat sekeliling. Tidak ada siapa-siapa. Suasananya sepi dan sunyi.
Namun, ketika saya hendak kembali ke ruang kerja, tiba-tiba saya mendengar suara dari belakang.
"Omjay..."
Saya langsung membeku. Suara itu lirih, seperti bisikan, tetapi jelas terdengar. Saya perlahan menoleh. Tidak ada siapa pun. Saat itu, bulu kuduk saya berdiri. Ini bukan lagi sekadar perasaan. Ada sesuatu yang tidak beres.
Saya kembali ke ruang kerja dengan langkah cepat. Berusaha mengabaikan semuanya. Saya mencoba berpikir rasional. Bisa jadi ini mungkin hanya halusinasi karena lelah. Tetapi kejadian berikutnya benar-benar membuat saya tidak bisa berpikir logis lagi.
Laptop saya tiba-tiba mati. Padahal baterainya masih penuh. Ruangan menjadi gelap karena lampu juga ikut padam. Hanya cahaya redup dari luar jendela yang sedikit menerangi ruangan. Dalam kondisi seperti itu, saya mulai mendengar suara napas.
Bukan napas saya. Napas itu berat. Dekat. Sangat dekat. Saya merasa seperti ada seseorang berdiri tepat di belakang saya. Tubuh saya kaku. Saya tidak berani menoleh. Pikiran saya kacau. Antara ingin lari atau tetap diam.
Lalu perlahan, saya merasakan sesuatu. Seperti ada tangan dingin menyentuh bahu saya. Seketika saya refleks berdiri dan berbalik.
Tidak ada siapa-siapa. Namun, di sudut ruangan... saya melihat sesuatu.
Sosok itu berdiri diam. Tinggi, kurus, dengan rambut panjang menutupi wajahnya. Pakaiannya putih, tetapi terlihat kusam, seperti sudah lama tidak tersentuh. Omjay seperti menonton video film horor di youtube.
https://www.youtube.com/watch?v=qnfim1DYyAk

Saat itu Omjay memakai baju Jepang. Lengkap dengan pedang samurai. Siap mengusir hantu. Saya tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas. Tetapi saya tahu... itu bukan manusia. Kami saling berhadapan beberapa detik yang terasa seperti berjam-jam.
Saya ingin berteriak, tetapi suara saya seakan hilang. Tubuh saya tidak bisa bergerak. Lalu sosok itu perlahan mengangkat kepalanya.
Dan di situlah saya melihat matanya.
Kosong. Gelap. Tidak ada kehidupan di sana. Saya langsung menutup mata dan membaca doa sekuat yang saya bisa. Dalam kondisi ketakutan luar biasa, hanya itu yang bisa saya lakukan.
Beberapa saat kemudian, suasana menjadi sunyi.Sangat sunyi. Bahkan sepi sekali.
Saya memberanikan diri membuka mata. Sosok itu sudah tidak ada. Lampu kembali menyala. Laptop saya tiba-tiba hidup kembali seperti tidak terjadi apa-apa.
Saya terduduk lemas. Keringat dingin membasahi tubuh saya. Malam itu saya tidak melanjutkan pekerjaan. Saya memilih duduk diam sampai pagi.
Keesokan harinya, saya mencoba menceritakan kejadian itu kepada seorang teman yang lebih paham hal-hal seperti ini. Beliau hanya tersenyum dan berkata, "Tidak semua yang kita alami bisa dijelaskan dengan logika."
Saya tidak tahu apakah itu benar-benar "pertemuan" atau hanya ilusi yang sangat nyata. Tapi satu hal yang pasti. Saat itu apa yang saya lihat, dengar, dan rasakan malam itu benar-benar terjadi.
Pengalaman itu mengubah cara saya memandang hal-hal yang sebelumnya saya anggap tidak masuk akal.
Sejak saat itu, saya lebih berhati-hati. Lebih peka terhadap suasana. Dan yang terpenting, saya tidak lagi meremehkan hal-hal yang tidak bisa dijelaskan. Karena terkadang... kita tidak benar-benar sendiri.
Dan mungkin, malam itu... saya hanya "kebetulan" bisa melihat sesuatu yang biasanya tidak terlihat.
Apakah itu hantu? Saya tidak tahu pasti. Tapi yang jelas, pengalaman itu akan selalu saya ingat. Dan sampai hari ini... saya masih merinding setiap kali mengingatnya.
6 tag: pengalaman horor, cerita mistis nyata, kisah seram rumah, gangguan makhluk halus, cerita hantu Indonesia, kejadian tak terjelaskan.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay/Kakek Jay