Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Pengalaman Horor Sendirian di Rumah, Tapi Ada yang Memanggil Nama Omjay Tengah Malam

6 Mei 2026   19:02 Diperbarui: 6 Mei 2026   19:02 153 5 7

Omjay bersama kawan-kawan alumni STM Negeri 3 Jakarta/dokpri
Omjay bersama kawan-kawan alumni STM Negeri 3 Jakarta/dokpri

Kisah Omjay kali ini tentang Pengalaman Horor yang pernah Omjay alami. Sendirian di Rumah, Tapi Ada yang Memanggil Nama Saya Tengah Malam... Siapa Itu Sebenarnya? Sebuah Pengalaman Horor yang bikin merinding bulu kudukku. Suatu Malam Ketika Omjay Tidak Sendirian, dan Omjay ceritakan ketika bertemu kawan-kawan alumni STM Negeri 3 Jakarta. Ternyata mereka juga pernah mengalaminya.

Pengalaman Horor

Malam itu terasa berbeda. Angin berhembus pelan, tetapi entah kenapa suasananya begitu menusuk.

Jam dinding rumahnmenunjukkan pukul 23.45 WIB ketika saya, yang biasa dipanggil Omjay, masih duduk di ruang kerja kecil di rumah. Seperti biasa, saya menulis, membaca, dan sesekali mengecek ponsel. Tidak ada yang aneh pada awalnya.

Namun, perasaan ganjil mulai muncul ketika lampu di ruang tamu berkedip pelan. 

Awalnya saya pikir itu hanya gangguan listrik biasa. Saya abaikan, mencoba tetap fokus pada tulisan yang sedang saya kerjakan. 

Tetapi beberapa detik kemudian, terdengar suara seperti langkah kaki dari arah ruang tamu.

Saya berhenti mengetik.

"Ah, mungkin kucing," batin saya mencoba menenangkan diri.

Rumah saat itu memang sedang sepi. Istri dan anak-anak sedang pulang ke rumah mertua di Bandung. Jadi hanya saya seorang diri. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4