Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Suatu hari, saya dipanggil oleh pimpinan sekolah. Dengan wajah serius tetapi penuh senyum, beliau mengatakan bahwa sekolah sedang menyiapkan program kunjungan edukasi ke Jepang dan membutuhkan guru pendamping yang dianggap mampu membimbing siswa dengan baik.
Ketika nama saya disebut sebagai salah satu guru yang dipercaya ikut mendampingi siswa ke Jepang, saya benar-benar terdiam.
"Omjay siap ke Jepang?" tanya beliau sambil tersenyum.
Saya hampir tidak bisa menjawab. Pikiran saya campur aduk antara bahagia, bingung, dan tidak percaya. Dalam hati saya berkata, "Kenapa saya? Bukankah masih banyak guru lain yang lebih hebat?"
Namun mungkin inilah yang disebut rezeki tak terduga. Kadang keberuntungan datang bukan kepada orang yang paling pintar, tetapi kepada mereka yang terus berusaha dan bekerja dengan tulus.
Sejak saat itu hidup saya terasa berubah. Saya mulai mengurus paspor, mempersiapkan dokumen perjalanan, hingga belajar sedikit demi sedikit tentang budaya Jepang. Rasanya seperti mimpi yang menjadi kenyataan.
Bahkan saya pernah menulis pengalaman itu di artikel Kompasiana berjudul "Dengan Modal Arigatou Ghozaimas, Omjay Nekad Pergi ke Jepang". Dalam tulisan tersebut saya bercerita bagaimana keberanian dan tekad bisa mengalahkan rasa takut. Kompasiana telah ikut andil dalam memberangkat Omjay ke Jepang. Sebab Gara-gara rajin menulis di kompasiana, Omjay dipercaya pergi ke Jepang.
Lucunya, kemampuan bahasa Jepang saya saat itu sangat minim. Modal saya hanya beberapa kata sederhana seperti "Arigatou Gozaimasu" yang berarti terima kasih, "Ohayou Gozaimasu" untuk selamat pagi, dan "Sumimasen" untuk permisi atau maaf. (Kepo Jepang).
Namun justru dari keterbatasan itulah saya belajar bahwa keberanian melangkah lebih penting daripada menunggu sempurna.
Hari keberangkatan pun tiba. Bandara Soekarno-Hatta menjadi saksi bagaimana hati saya berdebar-debar seperti anak kecil yang baru pertama kali naik pesawat. Saya memandangi siswa-siswa yang begitu antusias sambil dalam hati berdoa agar perjalanan kami berjalan lancar.