Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Saat pesawat lepas landas, saya merasakan campuran emosi yang sulit dijelaskan. Ada rasa haru, bangga, sekaligus tidak percaya. Anak kampung yang dulu hanya bermimpi melihat dunia, kini benar-benar terbang menuju Jepang.
Setibanya di Jepang, saya benar-benar takjub. Semua tampak begitu teratur. Kereta datang tepat waktu. Jalanan bersih. Orang-orang disiplin. Bahkan anak-anak kecil pun terbiasa antre dengan tertib.
Saya banyak belajar dari perjalanan itu. Jepang mengajarkan bahwa kemajuan bangsa tidak datang secara instan. Semua dibangun melalui budaya disiplin, kerja keras, dan rasa tanggung jawab sejak kecil. Budaya mengucapkan salam, terima kasih, dan meminta maaf menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat Jepang. (Kompasiana)
Namun pengalaman paling berharga justru terjadi ketika saya mendampingi siswa selama di sana. Saya melihat bagaimana anak-anak Indonesia ternyata mampu bersaing dan tampil percaya diri di negeri orang. Mereka belajar budaya baru, berkomunikasi dengan masyarakat Jepang, dan membuka wawasan tentang dunia internasional.
Sebagai guru, hati saya sangat bahagia melihat perkembangan mereka. Saya merasa perjalanan itu bukan hanya tentang pergi ke luar negeri, tetapi tentang membangun mimpi besar dalam diri siswa.
Ada satu kejadian yang sampai sekarang masih saya ingat. Saat itu salah satu siswa berkata kepada saya:
"Omjay, kalau bukan karena ikut program ini, mungkin saya tidak pernah berani bermimpi ke luar negeri."
Kalimat sederhana itu sangat membekas di hati saya. Saya sadar bahwa guru bukan sekadar mengajar di kelas. Guru juga membuka jendela dunia bagi murid-muridnya.
Sepulang dari Jepang, hidup Omjay terasa semakin berwarna. Pengalaman itu membuat saya lebih percaya diri untuk terus berkarya dan menulis. Saya semakin yakin bahwa dunia pendidikan dapat membawa seseorang menuju tempat-tempat luar biasa.
Kadang kita memang tidak pernah tahu jalan hidup yang sudah Tuhan siapkan. Siapa sangka seorang guru yang gemar menulis blog sederhana akhirnya bisa mendapatkan kesempatan mendampingi siswa ke Jepang?