Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Selamat Hari Kebangkitan Nasional Dari Ketua Umum PB PGRI Prof. Unifah Rosyidi

20 Mei 2026   11:59 Diperbarui: 20 Mei 2026   11:59 201 5 3

Di tengah berbagai tantangan pendidikan saat ini, guru memang menjadi ujung tombak kebangkitan bangsa. Dunia berubah sangat cepat. Teknologi berkembang luar biasa. Artificial Intelligence hadir di mana-mana. Informasi bergerak tanpa batas. Anak-anak tumbuh di era digital yang penuh tantangan sekaligus peluang.

Namun di tengah perubahan besar itu, satu hal tidak berubah: bangsa ini tetap membutuhkan guru.

Guru bukan hanya pengajar mata pelajaran. Guru adalah penanam nilai. Guru adalah penjaga karakter bangsa. Guru adalah cahaya yang membantu anak-anak menemukan arah hidupnya.

Poster tersebut juga menampilkan sosok Prof. Dr. Unifah Rosyidi yang selama ini dikenal sebagai tokoh pendidikan dan pejuang guru Indonesia. Kehadiran beliau dalam poster itu memiliki simbol kuat bahwa perjuangan pendidikan membutuhkan kepemimpinan yang konsisten, berani, dan berpihak kepada guru.

Selama bertahun-tahun, banyak guru menghadapi tantangan yang tidak ringan. Masih ada guru honorer dengan penghasilan terbatas. Masih ada sekolah dengan fasilitas minim. Masih ada guru yang harus berjalan jauh demi mengajar anak-anak di daerah terpencil. Bahkan tidak sedikit guru yang bekerja dalam tekanan administratif yang melelahkan.

Namun luar biasanya, banyak guru tetap bertahan.

Mereka datang pagi-pagi ke sekolah. Mereka mengajar dengan hati. Mereka mendampingi siswa yang kesulitan belajar. Mereka menjadi pendengar ketika anak-anak kehilangan arah. Mereka tetap tersenyum walaupun masalah hidup sering menghimpit.

Itulah sebabnya, ketika kita berbicara tentang kebangkitan nasional, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang kebangkitan guru Indonesia.

Sebab tidak ada bangsa besar tanpa pendidikan yang kuat. Dan tidak ada pendidikan yang kuat tanpa guru yang dihargai.

Bagian paling menarik dalam poster tersebut adalah kalimat:

"Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara."

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4