Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Memilih Menulis dengan Hati dan Lahirkan Buku Baru

26 Mei 2026   10:32 Diperbarui: 26 Mei 2026   12:44 211 9 5

buku terbaru Omjay/dokpri
buku terbaru Omjay/dokpri

Kisah Omjay: Memilih Menulis dengan Hati dan Lahirkan Buku Baru. "Ketika Semua Orang Sibuk Viral, Omjay Memilih Menulis dengan Hati dan Mengubah Hidup Banyak Orang". Menulislah dengan Hati: Ketika Tulisan Menjadi Cahaya Kehidupan. Sebuah bahan refleksi yang dituliskan Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd --- Omjay, Guru Blogger Indonesia.


"Suatu hari nanti, ketika usia mulai menua dan langkah tak lagi sekuat sekarang, mungkin yang tersisa dari hidup kita bukanlah harta, jabatan, atau pujian manusia. Yang tersisa adalah jejak kata-kata yang pernah kita tuliskan dengan hati---kata-kata yang menguatkan seseorang, menginspirasi kehidupan, dan menjadi cahaya bagi mereka yang hampir kehilangan harapan."

buku terbaru omjay/dokpri
buku terbaru omjay/dokpri

"Tidak semua orang mampu meninggalkan warisan berupa gedung megah atau kekayaan berlimpah. Namun setiap orang bisa meninggalkan jejak kebaikan lewat tulisan. Sebab tulisan yang lahir dari hati akan hidup lebih lama daripada usia penulisnya sendiri."

"Malam itu Omjay sadar, manusia bisa saja dilupakan oleh waktu. Namun tulisan yang lahir dari hati akan terus menemukan jalannya menuju hati manusia lain, bahkan ketika penulisnya sudah tak lagi ada."

"Di zaman ketika semua orang sibuk berbicara, Omjay memilih menulis. Sebab ia percaya, ada luka yang hanya bisa sembuh lewat kata-kata, ada harapan yang hanya bisa hidup lewat tulisan, dan ada hati manusia yang hanya bisa disentuh dengan ketulusan."

buku terbaru omjay/dokpri
buku terbaru omjay/dokpri

Di tengah derasnya arus media sosial, kecanggihan kecerdasan artifisial, dan banjir informasi yang datang tanpa henti, masih adakah tulisan yang lahir dari hati?

Pertanyaan itu terus berputar di benak Omjay ketika melihat begitu banyak orang ingin viral, tetapi lupa menghadirkan makna. Banyak orang ingin terkenal, tetapi lupa bahwa tulisan sejatinya adalah jejak kehidupan. Tulisan bukan hanya kumpulan kata, melainkan rekaman jiwa yang akan hidup lebih lama daripada usia manusia itu sendiri.

Dari kegelisahan itulah lahir buku terbaru karya Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd atau yang akrab disapa Omjay, berjudul Menulislah dengan Hati: Menulis Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi.

Buku ini bukan sekadar buku motivasi menulis. Ia adalah perjalanan hidup. Ia adalah catatan hati seorang guru yang selama puluhan tahun mengabdikan dirinya untuk pendidikan, literasi, dan dunia digital Indonesia.

Omjay menulis bukan untuk terlihat hebat. Omjay menulis untuk berbagi manfaat. Kalimat sederhana itu menjadi ruh dari setiap halaman buku ini.

cover buku omjay/dokpri
cover buku omjay/dokpri

Ketika Tulisan Menjadi Sahabat Kehidupan

Banyak orang berpikir menulis adalah bakat. Padahal bagi Omjay, menulis adalah kebiasaan yang dilatih setiap hari. Sama seperti air yang terus mengalir hingga mampu mengikis batu, tulisan yang dilakukan setiap hari perlahan akan membentuk karakter, kedisiplinan, dan kekuatan diri.

Dalam buku ini, pembaca diajak memahami bahwa tulisan dapat menjadi sahabat di saat manusia kehilangan tempat bercerita. Ketika hati sedang sedih, tulisan menjadi pelukan. Ketika semangat mulai runtuh, tulisan menjadi penguat langkah.

Omjay mengisahkan bagaimana dirinya memulai dari tulisan-tulisan sederhana di blog pribadi. Tidak langsung ramai pembaca. Tidak langsung dikenal banyak orang. Namun ia terus menulis. Hari demi hari. Tahun demi tahun.

Hingga akhirnya tulisan-tulisan itu mengantarkan dirinya dikenal sebagai Guru Blogger Indonesia.

Semua berawal dari satu keberanian kecil: menulis hari ini.

cover depan buku/dokpri
cover depan buku/dokpri

Menulis dengan Hati di Era AI

Di era kecerdasan artifisial seperti sekarang, banyak orang mulai takut kehilangan peran manusia. Teknologi dianggap akan menggantikan kreativitas dan pikiran manusia. Namun Omjay justru memiliki pandangan yang berbeda.

AI boleh membantu manusia menulis lebih cepat, tetapi hati manusia tetap tidak tergantikan.

Karena itulah buku Menulislah dengan Hati hadir bukan untuk melawan teknologi, tetapi mengajak manusia tetap memiliki jiwa dalam setiap tulisannya.

Tulisan yang hanya mengejar klik akan cepat dilupakan. Tetapi tulisan yang lahir dari hati akan selalu menemukan jalannya menuju hati pembaca.

Dalam buku ini, Omjay juga mengajak guru Indonesia agar tidak takut belajar teknologi dan AI. Guru harus mampu beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan nilai kemanusiaannya.

Teknologi hanyalah alat. Hati manusialah yang menentukan arah.

Pesan itu terasa sangat kuat dalam setiap kisah yang disampaikan Omjay.

cover belakang buku/dokpri
cover belakang buku/dokpri

Kisah Nyata yang Menyentuh Hati

Salah satu kekuatan utama buku ini adalah kisah-kisah nyatanya. Omjay tidak menulis teori yang rumit. Ia menulis pengalaman hidup yang dekat dengan keseharian.

Tentang perjuangan menjadi guru. Tentang rasa lelah yang sering disembunyikan di balik senyum seorang pendidik. Tentang bagaimana tulisan mampu menguatkan dirinya ketika menghadapi ujian kehidupan.

Tentang pentingnya terus belajar walau usia tidak lagi muda. Tentang spiritualitas, rasa syukur, dan keyakinan bahwa setiap manusia memiliki cahaya kebaikan yang dapat dibagikan melalui tulisan.

Pembaca akan merasa seperti sedang mendengarkan nasihat dari seorang sahabat lama. Bahasa yang digunakan hangat, sederhana, dan mengalir apa adanya.

Tidak menggurui. Tidak terasa jauh. Justru itulah yang membuat buku ini terasa hidup. Buku untuk Guru Indonesia

Buku ini sangat cocok dibaca oleh guru Indonesia. Terutama di tengah perubahan zaman yang begitu cepat. Guru hari ini bukan hanya mengajar di kelas, tetapi juga harus mampu menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Omjay mengingatkan bahwa guru tidak boleh berhenti menulis. Sebab tulisan guru dapat menjadi warisan ilmu yang terus hidup meski waktu terus berjalan.

Bayangkan jika setiap guru Indonesia menulis pengalaman mengajarnya. Betapa kayanya dunia pendidikan kita. Betapa banyak inspirasi yang bisa diwariskan kepada generasi berikutnya. Karena itulah Omjay terus mengajak guru untuk berani menulis. Tidak perlu menunggu sempurna. Tidak perlu takut salah.

Mulailah dari pengalaman sendiri. Mulailah dari hati sendiri. Tulisanmu adalah Konten Mahal dan tak ternilai harganya.

Dalam salah satu bagian buku, Omjay menuliskan sebuah kalimat yang sangat kuat:

"Tulisanmu adalah konten mahal."

Kalimat itu bukan sekadar motivasi. Ia adalah pengingat bahwa setiap manusia memiliki pengalaman hidup yang berharga untuk dibagikan.

Tidak semua orang memiliki kisah yang sama. Tidak semua orang memiliki sudut pandang yang sama. Karena itu tulisan setiap orang sesungguhnya unik dan bernilai.

Buku ini mengajak pembaca berhenti meremehkan dirinya sendiri. Apa yang kita alami hari ini bisa menjadi inspirasi bagi orang lain esok hari. Mungkin tulisan kita sederhana. Mungkin tidak langsung viral. Namun bisa jadi tulisan itu menyelamatkan semangat seseorang yang hampir menyerah.

Menulis Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi

Kalimat inilah yang menjadi napas utama buku terbaru Omjay. Menulis setiap hari bukan tentang menjadi terkenal. Menulis setiap hari adalah proses menemukan diri sendiri.

Tulisan akan melatih manusia berpikir lebih jernih, merasakan lebih dalam, dan menghargai hidup dengan lebih bijaksana.

Buku Menulislah dengan Hati adalah bukti bahwa konsistensi kecil yang dilakukan setiap hari mampu menghasilkan perubahan besar dalam kehidupan seseorang.

Buku ini bukan hanya layak dibaca, tetapi juga layak dijadikan teman perjalanan hidup. Terutama bagi guru, mahasiswa, pelajar, pegiat literasi, penulis pemula, dan siapa saja yang ingin terus bertumbuh di tengah perubahan zaman.

Karena pada akhirnya, tulisan yang lahir dari hati akan selalu sampai ke hati. Dan mungkin, dari satu tulisan sederhana yang Anda buat hari ini, akan lahir harapan baru bagi banyak orang di masa depan.

"Jika hari ini Anda masih merasa tulisan Anda biasa saja, jangan berhenti menulis. Sebab mungkin di luar sana ada seseorang yang sedang menunggu dikuatkan oleh kata-kata Anda. Ada hati yang sedang rapuh dan membutuhkan pelukan lewat tulisan sederhana yang Anda buat dengan tulus. Karena pada akhirnya, manusia tidak hanya dikenang dari apa yang dimilikinya, tetapi dari kebaikan yang ditinggalkannya. Dan tulisan yang lahir dari hati akan selalu menemukan jalan pulang menuju hati pembacanya."

tulisanmu adalah konten yang mahal/dokpri
tulisanmu adalah konten yang mahal/dokpri

"Kelak ketika usia kita selesai, mungkin nama perlahan dilupakan. Namun tulisan yang pernah menguatkan orang lain akan tetap hidup dalam ingatan. Maka menulislah dengan hati. Sebab satu tulisan sederhana bisa menjadi cahaya bagi seseorang yang sedang gelap hidupnya."

"Teruslah menulis, walau perlahan. Teruslah berbagi, walau sederhana. Sebab dunia tidak selalu membutuhkan tulisan yang sempurna. Dunia hanya membutuhkan lebih banyak tulisan yang jujur, tulus, dan lahir dari hati manusia yang masih peduli kepada sesamanya."

Salam Blogger Persahabatan

Omjay/Kakek Jay

Guru blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

buku terbaru omjay/dokpri
buku terbaru omjay/dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6