Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Kisah Omjay kali ini tentang Merayakan Idul Adha Bersama Keluarga Tercinta. Tulisan ini dibuat Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd atau Omjay, Guru Blogger Indonesia.

https://youtube.com/shorts/Gpu5wcfD7T0?si=bou030m1k4D3_c-i
Pagi itu langit di Jatibening Bekasi terlihat cerah. Udara terasa sejuk menyentuh kulit. Suara takbir berkumandang dari masjid-masjid di sekitar rumah. Hati terasa damai mendengarnya.
"Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar..."
Setiap kali mendengar takbir Idul Adha, Omjay selalu teringat perjalanan hidup yang penuh ujian dan nikmat dari Allah SWT. Ada rasa haru yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Betapa banyak nikmat yang telah Allah berikan, sementara rasa syukur manusia sering kali masih sangat sedikit.

Di ruang keluarga, istri dan anak-anak sudah bersiap mengenakan pakaian terbaik mereka. Senyum sederhana mereka membuat hati Omjay hangat. Tidak ada kemewahan berlebihan. Tidak ada pesta besar. Namun kebersamaan itulah yang membuat rumah terasa begitu indah.

Omjay percaya, kebahagiaan keluarga bukan ditentukan oleh seberapa mahal rumah yang dimiliki, tetapi oleh seberapa banyak cinta dan rasa syukur yang hidup di dalamnya.
Sebelum berangkat sholat Idul Adha, Omjay duduk sejenak memandangi keluarga tercinta. Dalam hati, Omjay berdoa:
"Ya Allah, jangan hanya cukupkan rezeki kami. Tetapi cukupkan pula rasa syukur kami."
Kadang manusia terlalu sibuk mengejar dunia, sampai lupa menikmati orang-orang yang Allah hadirkan di sekitarnya. Padahal, keluarga adalah nikmat terbesar yang sering tidak disadari.
Di perjalanan menuju lapangan tempat sholat Id dilaksanakan, suasana begitu ramai. Anak-anak kecil berlari mengenakan baju baru. Para orang tua tersenyum menyapa tetangga. Aroma pagi bercampur dengan embun dan semangat kebersamaan umat Islam.
Saat itulah Omjay merasa bahwa Idul Adha bukan hanya tentang menyembelih hewan kurban. Lebih dari itu, Idul Adha adalah momentum menyembelih sifat egois dalam diri manusia.
