Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Ketika Allah Mengambil Setir Mobilku, dan Mengantarkan Kebahagiaan yang Baru

5 Juni 2026   14:21 Diperbarui: 5 Juni 2026   15:05 234 10 4

Dulu saat menyetir mobil, fokus saya hanya pada jalan. Kini perjalanan menjadi ruang belajar yang sangat berharga. Sering kali saya membuka laptop atau telepon genggam dan mulai menulis.

Ide-ide bermunculan begitu saja. Tulisan demi tulisan lahir selama perjalanan. Saya Omjay tersenyum sendiri. Siapa sangka larangan dokter justru membuat saya lebih produktif?

Suatu pagi saya duduk dekat jendela kereta LRT. Matahari mulai muncul dari balik gedung-gedung tinggi Jakarta. Cahayanya masuk melalui kaca. Hangat. Menenangkan.

Saat itu hati saya berbisik dalam hati,

"Jay, ternyata Allah tidak mengambil sesuatu darimu tanpa menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik."

Air mata saya hampir menetes. Saya teringat betapa sering manusia hanya melihat apa yang hilang. Padahal Allah sedang menyiapkan apa yang akan datang.

Kita sering menangisi pintu yang tertutup. Padahal di depan sana ada banyak pintu lain yang sedang dibukakan. Kita sering fokus pada kehilangan. Padahal sesungguhnya kita sedang diarahkan menuju kebaikan.

Saya jadi memahami satu hal penting. Tidak semua yang kita inginkan adalah yang terbaik bagi kita. Dan tidak semua yang kita kehilangan adalah sebuah kerugian.

Kadang Allah SWT mengambil setir kehidupan kita karena kita sudah terlalu lelah mengemudi sendiri. Kadang Allah meminta kita berhenti sejenak agar bisa melihat pemandangan yang selama ini terlewat.

Kadang Allah SWT melarang sesuatu karena Dia ingin menjaga kita. Bukan menghukum kita. Bukan menyusahkan kita. Tetapi menyayangi kita dengan sepenuh hati. Rezeki selalu datang kepada kita dari pintu yang tak pernah diduga.

Hari ini saya justru bersyukur kepada dokter yang melarang saya menyetir. Saya bersyukur kepada keluarga yang terus mengingatkan saya untuk menjaga kesehatan. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4