Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Ketika Allah Mengambil Setir Mobilku, dan Mengantarkan Kebahagiaan yang Baru

5 Juni 2026   14:21 Diperbarui: 5 Juni 2026   15:05 226 10 4

omjay guru blogger Indonesia/dokpri
omjay guru blogger Indonesia/dokpri

Kisah Omjay kali ini tentang Ketika Allah Mengambil Setir Mobilku, Ternyata Dia Sedang Mengantarkanku pada Kebahagiaan yang Baru. Sebuah kisah nyata yang dituliskan Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay). Guru Blogger Indonesia untuk kompasiana.

Kumpul keluarga omjay di bandung

Hidup sering kali mengajarkan pelajaran berharga melalui cara yang tidak kita sukai. Bahkan terkadang melalui sesuatu yang awalnya membuat kita sedih, kecewa, dan merasa kehilangan.

Saya mengalaminya sendiri.  Terus terang, awalnya saya sedih. Sangat sedih. Selama bertahun-tahun saya terbiasa mengendarai mobil pribadi ke sekolah, ke kampus, ke seminar, ke berbagai kegiatan organisasi, dan ke mana pun saya ingin pergi.

Mobil itu bukan sekadar kendaraan. Mobil itu menjadi teman perjalanan yang setia menemani berbagai kisah kehidupan. Bersamanya saya mengantar anak sekolah, menghadiri pelatihan guru, mengisi seminar dari kota ke kota, bahkan menempuh perjalanan jauh hingga luar provinsi. Karena itulah ketika dokter melarang saya menyetir mobil akibat kondisi kesehatan yang belum pulih sepenuhnya, hati saya terasa berat.

Saya Omjay teringat peristiwa demi peristiwa yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Mulai dari kecelakaan mobil yang saya alami hingga gangguan kesehatan yang membuat tubuh saya tidak lagi sekuat dulu.

Dokter dengan tegas berkata,

"Pak Wijaya, sementara jangan dulu membawa mobil sendiri."

Kalimat itu sederhana. Namun bagi saya, rasanya seperti kehilangan sebagian kebebasan. Saya sempat bertanya dalam hati.

"Kenapa harus sekarang?"
"Kenapa ketika saya masih banyak aktivitas?"
"Kenapa saya harus bergantung pada kendaraan umum?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4