Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay: Blog Mengubah Cara Siswa Menulis

7 Juni 2026   22:49 Diperbarui: 7 Juni 2026   22:49 197 6 4

Blog mengubah cara siswa belajar menulis/Chatgpt
Blog mengubah cara siswa belajar menulis/Chatgpt

Kisah Omjay kali ini tentang Blog Mengubah Cara Siswa Belajar Menulis. Artikel ini diambil dari Kisah Disertasi Omjay tentang Pengelolaan Blog Kolaboratif di Sekolah. Semoga artikel yang dituliskan oleh Wijaya Kusumah atau Omjay bermanfaat.

https://www.youtube.com/watch?v=jVAebShviP0

Di era digital seperti sekarang, anak-anak sangat akrab dengan internet. Mereka setiap hari memegang handphone, membuka media sosial, menonton video YouTube, bermain game online, hingga berkomunikasi melalui aplikasi chat. Namun sayangnya, teknologi yang begitu canggih sering kali hanya digunakan untuk hiburan semata. Padahal, internet sebenarnya bisa menjadi alat belajar yang luar biasa bila dimanfaatkan dengan benar.

Hal inilah yang menginspirasi saya ketika melakukan penelitian disertasi doktoral di bidang teknologi pendidikan. Saya ingin membuktikan bahwa blog dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mampu meningkatkan keterampilan menulis siswa. Dari pengalaman mengajar bertahun-tahun di sekolah, saya melihat banyak siswa sebenarnya memiliki ide yang bagus, tetapi kesulitan menuangkannya ke dalam tulisan. Mereka takut salah, malas menulis, dan merasa menulis adalah kegiatan yang membosankan.

Padahal, kemampuan menulis sangat penting untuk masa depan mereka. Menulis bukan hanya soal membuat karangan di sekolah, tetapi juga melatih cara berpikir, menyampaikan pendapat, dan membangun kreativitas. Karena itulah saya mencoba menghadirkan cara belajar baru melalui pengelolaan blog kolaboratif.

Penelitian ini dilakukan di SMP Labschool Jakarta dengan melibatkan ratusan siswa kelas VIII dan beberapa guru kolaborator. Kegiatan penelitian berlangsung pada masa pandemi Covid-19 ketika pembelajaran dilakukan secara daring dari rumah masing-masing. Saat itu banyak guru mengalami kesulitan membuat pembelajaran online menjadi menarik. Interaksi guru dan siswa terasa sangat terbatas. Banyak siswa hanya hadir di kelas virtual tanpa benar-benar aktif belajar.

Saya kemudian memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran. Setiap siswa diminta membuat blog pribadi dan mengelolanya sendiri. Di blog itulah mereka menuliskan tugas-tugas sekolah, pengalaman pribadi, cerita inspiratif, hingga rangkuman pelajaran. Guru memberikan komentar positif pada tulisan siswa agar mereka merasa dihargai dan termotivasi untuk terus menulis.

Hasilnya sungguh luar biasa.

Anak-anak yang awalnya malas menulis mulai menikmati kegiatan menulis di blog. Mereka merasa senang karena tulisan mereka bisa dibaca banyak orang, bukan hanya oleh guru di kelas. Ada rasa bangga ketika tulisan mendapatkan komentar dari teman atau pembaca lainnya. Bahkan beberapa siswa mulai kreatif menambahkan foto, video, dan desain menarik pada blog mereka.

Saya melihat perubahan besar dalam diri siswa. Mereka menjadi lebih percaya diri. Kemampuan menulis mereka meningkat dari waktu ke waktu. Tulisan yang awalnya pendek dan sederhana berubah menjadi lebih rapi, lebih panjang, dan lebih menarik dibaca. Blog ternyata bukan sekadar tempat menyimpan tugas sekolah, tetapi menjadi ruang kreativitas bagi siswa untuk mengekspresikan diri.

Yang lebih menarik lagi, kegiatan ini menciptakan kolaborasi antara guru dan siswa. Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber pengetahuan di kelas, melainkan menjadi pendamping dan motivator. Guru membantu siswa menemukan ide tulisan, memperbaiki kesalahan, serta memberi semangat agar terus berkarya. Di sinilah pembelajaran kolaboratif benar-benar terjadi.

Saya juga menemukan bahwa blog mampu membangun budaya literasi digital di sekolah. Siswa belajar menggunakan internet secara positif. Mereka belajar bertanggung jawab terhadap tulisan yang dipublikasikan secara online. Mereka mulai memahami pentingnya kejujuran dalam berkarya dan menghindari plagiarisme atau copy paste.

Dalam penelitian ini, siswa tidak hanya belajar menulis, tetapi juga belajar berpikir kritis, belajar berkomunikasi, dan belajar memanfaatkan teknologi dengan bijak. Bahkan beberapa siswa berhasil membuat buku digital dari kumpulan tulisan mereka di blog. Sebuah pencapaian yang membanggakan untuk anak-anak SMP.

Sebagai guru, saya merasa sangat bahagia melihat perubahan tersebut. Saya semakin yakin bahwa setiap anak sebenarnya memiliki potensi besar untuk berkembang bila diberikan ruang dan kesempatan. Terkadang yang mereka butuhkan hanyalah media yang tepat dan guru yang mau mendampingi dengan sabar.

Pengalaman penelitian ini juga memberikan pelajaran penting bagi saya pribadi. Dunia pendidikan harus terus berubah mengikuti perkembangan zaman. Guru tidak boleh takut dengan teknologi. Justru teknologi harus dijadikan sahabat dalam pembelajaran. Blog hanyalah salah satu contoh sederhana bagaimana internet bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Saat ini menulis di blog menjadi semakin mudah. Anak-anak bisa menulis langsung dari handphone mereka. Mereka tidak harus memiliki laptop mahal untuk berkarya. Dengan koneksi internet dan kemauan belajar, siapa saja bisa menjadi penulis.

Saya percaya, bila budaya menulis terus dibangun sejak dini, maka akan lahir generasi yang lebih kreatif, kritis, dan berani menyampaikan gagasannya. Indonesia membutuhkan generasi muda yang bukan hanya pandai menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menciptakan karya melalui teknologi tersebut.

Melalui disertasi ini saya ingin menyampaikan pesan sederhana kepada para guru di seluruh Indonesia: jangan pernah berhenti belajar dan mencoba hal baru. Jadikan teknologi sebagai jembatan untuk mendekatkan siswa pada dunia literasi. Mengajar bukan sekadar menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga membantu siswa menemukan potensi terbaik dalam dirinya.

Kini saya semakin yakin bahwa sebuah blog sederhana bisa mengubah cara siswa belajar menulis. Dari blog lahir keberanian, kreativitas, kolaborasi, dan semangat untuk terus belajar. Dan dari tulisan-tulisan kecil siswa hari ini, mungkin akan lahir penulis besar Indonesia di masa depan.

Salam literasi. Salam Blogger Persahabatan

Omjay/Kakek Jay

Guru Blogger Indonesia

Blog https://wijayalabs.com

buku terbaru Omjay/dokpri
buku terbaru Omjay/dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3