Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Malas Membaca Kok Kepengen Menjadi Penulis?

14 Juni 2026   05:44 Diperbarui: 14 Juni 2026   05:44 147 6 3

Ilustrasi Artikel/chatgpt
Ilustrasi Artikel/chatgpt

Malas Membaca Kok Kepengen Jadi Penulis? Emang Bisa?

Oleh: Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd. (Omjay) -- Guru Blogger Indonesia

Suatu hari dalam sebuah pelatihan menulis yang saya bawakan, seorang guru muda dengan penuh semangat mengangkat tangan dan berkata, "Omjay, saya ingin menjadi penulis." 

Mendengar pernyataan itu, saya tersenyum karena keinginan menjadi penulis merupakan cita-cita yang sangat mulia. Menulis adalah pekerjaan intelektual yang mampu meninggalkan jejak kebaikan melampaui usia manusia. Namun, seperti biasa, saya kemudian mengajukan pertanyaan sederhana. "Bagus sekali. Sudah berapa buku yang Anda baca bulan ini?" Guru muda itu terdiam sejenak. 

Lalu Saya melanjutkan pertanyaan berikutnya, "Kalau artikel atau tulisan ilmiah, sudah berapa yang dibaca minggu ini?" Beliau tersenyum malu sambil menjawab dengan jujur, "Sejujurnya saya jarang membaca, Pak." 

Jawaban itu membuat saya merenung cukup lama karena ternyata masih banyak orang yang ingin menjadi penulis hebat, ingin bukunya laris dibaca banyak orang, ingin tulisannya viral di media sosial, tetapi tidak memiliki kebiasaan membaca. 

Mereka ingin menghasilkan tulisan yang berkualitas, tetapi enggan mengisi pikirannya dengan bacaan yang bermutu. Dari situlah muncul pertanyaan yang menarik untuk direnungkan bersama, yaitu: malas membaca kok kepengen jadi penulis, emang bisa?

Jawabannya tentu bisa. Siapa pun bisa menulis beberapa kalimat atau bahkan beberapa halaman. Namun, untuk menjadi penulis yang baik, yang mampu menyentuh hati pembaca, memberikan inspirasi, dan menghasilkan karya yang bernilai, maka membaca adalah jalan yang hampir mustahil untuk dilewati. 

Menulis tanpa membaca ibarat memasak tanpa bahan makanan. Mungkin kita bisa menyalakan kompor dan menyiapkan peralatan masak, tetapi apa yang akan dimasak jika tidak ada bahan yang tersedia?

Pengalaman hidup saya mengajarkan bahwa membaca merupakan fondasi utama dalam dunia kepenulisan. Ketika masih kecil di Wanaraja, Garut, saya bukanlah anak yang memiliki keistimewaan luar biasa. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6