Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antara kebiasaan membaca dan kemampuan menulis seseorang. Semakin tinggi minat membaca, semakin baik pula kemampuan menulisnya.
Hal ini terjadi karena membaca memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan memahami informasi, memperluas wawasan, serta melatih kemampuan berpikir kritis.
Tidak heran jika para penulis besar di dunia hampir selalu dikenal sebagai pembaca yang sangat rakus. Mereka membaca lebih banyak daripada yang mereka tulis karena mereka memahami bahwa membaca adalah investasi jangka panjang yang hasilnya akan terlihat dalam setiap kalimat yang mereka hasilkan.
Sayangnya, di era media sosial seperti sekarang ini, banyak orang mulai kehilangan kebiasaan membaca. Mereka lebih menyukai video-video pendek yang hanya berdurasi beberapa detik. Informasi dikonsumsi secara cepat tanpa proses perenungan yang mendalam.
https://www.youtube.com/watch?v=HrhvQBdx5rY
Akibatnya, kemampuan membaca teks panjang mulai menurun. Padahal menulis yang baik membutuhkan kemampuan berpikir yang mendalam dan terstruktur.
Menulis bukan sekadar mengetik kata demi kata, melainkan mengolah gagasan, menyusun logika, merangkai emosi, dan menyampaikan pesan agar dapat dipahami oleh pembaca.
Semua proses itu membutuhkan bahan bakar yang kuat, dan bahan bakar tersebut adalah membaca. Rabun membaca akan lumpuh menulis. Begitulah kata sastrawan Taufik Ismail.
Selama puluhan tahun menulis, saya sering mendapat pertanyaan dari banyak orang. Mereka bertanya bagaimana caranya agar tidak kehabisan ide menulis. Saya selalu memberikan jawaban yang sama. Saya tidak pernah berhenti membaca.
Setiap hari saya membaca berita, membaca buku, membaca artikel, membaca tulisan para sahabat, membaca komentar pembaca, dan membaca pengalaman hidup orang lain.
https://www.youtube.com/watch?v=CPuSbsX3qaY