Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Saya lahir dan tumbuh seperti anak kampung pada umumnya. Namun, ada satu kebiasaan sederhana yang secara perlahan mengubah arah hidup saya, yaitu kebiasaan membaca.
Apa saja saya baca. Buku pelajaran sekolah saya baca berulang kali. Majalah bekas yang ditemukan di rumah tetangga saya baca sampai tuntas. Koran lama yang sudah kusut pun tetap menarik untuk saya baca.
Bahkan buku cerita yang dipinjam dari teman-teman sering saya lahap dalam waktu singkat karena rasa penasaran yang begitu besar terhadap isi bacaan tersebut.
Kebiasaan membaca itu terus terbawa hingga saya menjadi mahasiswa di IKIP Jakarta. Saat sebagian teman memanfaatkan waktu luang untuk mengobrol atau berjalan-jalan, saya justru sering menghabiskan waktu berjam-jam di perpustakaan kampus.
Rak-rak buku yang tinggi seakan menjadi sahabat akrab yang selalu memberikan pengetahuan baru setiap hari. Dari sanalah saya belajar bahwa tulisan yang baik sesungguhnya lahir dari bacaan yang banyak.
Ketika membaca, kita sedang mengisi gudang pengetahuan dalam pikiran kita. Kita menabung kosakata, memperkaya cara berpikir, memahami berbagai sudut pandang, serta menyerap pengalaman hidup orang lain.
Semua itu suatu saat akan keluar kembali dalam bentuk tulisan yang lebih kaya, lebih hidup, dan lebih bermakna.
Saya sering mengibaratkan seorang penulis seperti sebuah sumur. Sumur yang baik harus terus mendapatkan pasokan air agar tidak mengering. Jika sumur tidak pernah menerima air hujan atau sumber air baru, maka lambat laun airnya akan habis.
Begitu pula seorang penulis. Jika ia tidak pernah membaca, tidak pernah belajar hal baru, dan tidak pernah memperkaya wawasan, maka suatu saat ia akan kehabisan ide.
Ia mungkin duduk berjam-jam di depan komputer, menatap layar kosong, tetapi tidak tahu apa yang harus ditulis. Sebaliknya, orang yang rajin membaca seperti memiliki sumur yang selalu terisi.
Ide-ide mengalir tanpa henti karena pikirannya dipenuhi berbagai informasi, pengalaman, dan inspirasi yang siap diolah menjadi tulisan. Jadi tulisan yang dibuat tidak asal jadi dan merupakan buah pikiran yang matang.