Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Bagaimana Cara Menjaga Agar Sebuah Buku Tetap Memiliki Jiwa?

28 Juni 2026   16:20 Diperbarui: 29 Juni 2026   13:01 120 6 4

Namun AI tidak memiliki rekam jejak.

Nama penulis dibangun melalui karya-karya sebelumnya, dedikasi kepada pembaca, integritas akademik, dan konsistensi berbagi ilmu.

Ketika pembaca membeli buku seorang penulis, mereka sebenarnya membeli kepercayaan terhadap nama tersebut.

AI tidak memiliki reputasi.

Penulislah yang mempertaruhkan reputasinya.

Bagaimana dengan Originalitas?

Originalitas bukan berarti seluruh kalimat harus diketik sendiri.

Dalam dunia akademik maupun sastra, originalitas lebih berkaitan dengan:

  • Keaslian gagasan.
  • Cara menyusun argumentasi.
  • Pengalaman pribadi.
  • Analisis penulis.
  • Sintesis berbagai referensi.
  • Kesimpulan yang lahir dari pemikiran sendiri.

AI boleh membantu menyusun kalimat.

Namun ide besar tetap harus berasal dari penulis.

Saya sering mengibaratkan AI seperti seorang editor yang sangat cepat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6