Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Bagaimana Cara Menjaga Agar Sebuah Buku Tetap Memiliki Jiwa?

28 Juni 2026   16:20 Diperbarui: 29 Juni 2026   13:01 120 6 4

Ia membantu merapikan rumah.

Tetapi rumah itu tetap milik pemiliknya.

Apakah Ada Batas Ideal antara Kontribusi Penulis dan AI? Menurut saya, tidak ada angka baku seperti 70% manusia dan 30% AI. Hal yang jauh lebih penting adalah siapa yang mengambil keputusan intelektual.

Idealnya pembagian peran seperti ini:

Peran Penulis

  • Menentukan tema.
  • Menentukan tujuan buku.
  • Menentukan pesan utama.
  • Menentukan struktur.
  • Memberikan pengalaman pribadi.
  • Menambahkan contoh nyata.
  • Memastikan fakta benar.
  • Mengambil keputusan akhir.

Peran AI

  • Brainstorming ide.
  • Membantu outline.
  • Membantu membuat draft awal.
  • Memperbaiki tata bahasa.
  • Memberi alternatif judul.
  • Membantu mencari sudut pandang tambahan.
  • Membantu editing.

Dengan demikian AI menjadi co-pilot, bukan autopilot. Penulis tetap menjadi pengemudi. Penulis yang mengarahkan kemana tujuan buku akan dituju dan tepat sasaran.

Prinsip yang Saya Pegang sederhana saja. Dalam setiap buku yang saya tulis menggunakan bantuan AI, saya selalu berusaha menjaga prinsip berikut:

  1. Ide berasal dari pengalaman saya.
  2. AI membantu mempercepat proses.
  3. Semua fakta diperiksa kembali.
  4. Seluruh isi diedit ulang dengan bahasa saya sendiri.
  5. Pengalaman pribadi ditambahkan agar buku memiliki karakter.
  6. Saya bertanggung jawab penuh terhadap seluruh isi buku.

Artinya, AI bukan penulis. AI adalah alat. AI adalah alat bantu pekerjaan manusia. AI saya minta untuk bekerja lebih cepat dan tepat.

Penutup

Kehadiran AI tidak mengurangi nilai seorang penulis, justru menantang kita untuk semakin menonjolkan hal-hal yang tidak dapat ditiru mesin: empati, pengalaman, kebijaksanaan, refleksi, dan tanggung jawab moral.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6