Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kisah Omjay di Masjid Qing Zhen Si China Tahun 2019

25 Juli 2026   21:06 Diperbarui: 25 Juli 2026   21:06 82 3 2

Sesudah melaksanakan salat berjamaah, rombongan melanjutkan perjalanan mencari makanan halal di sekitar kawasan masjid. Aroma mi hangat yang mengepul dari warung sederhana langsung menggoda selera. 

Penjualnya sangat ramah. Beberapa di antaranya bahkan sudah terbiasa melayani mahasiswa internasional. Semangkuk cup mi halal di negeri orang ternyata menghadirkan rasa yang berbeda.

Bukan semata-mata karena bumbunya. Melainkan karena dimakan setelah hati dipenuhi rasa syukur.

Omjay masih mengingat bagaimana obrolan santai bersama rekan-rekan dari Indonesia berlangsung penuh tawa. Mereka saling berbagi cerita tentang keluarga, sekolah, murid-murid, hingga mimpi membawa pulang pengalaman terbaik untuk memajukan pendidikan di tanah air.

Kini, tujuh tahun telah berlalu. Foto itu kembali membuka pintu kenangan. Sebagian wajah dalam foto mungkin sudah kembali ke negaranya masing-masing. 

Ada yang telah menjadi dosen, peneliti, kepala sekolah, bahkan mungkin ada yang sedang mengabdi di tempat yang jauh berbeda. Namun kenangan tidak pernah benar-benar pergi. Kenangan itu selalu tinggal di dalam hati.

Melihat foto tersebut membuat Omjay semakin yakin bahwa perjalanan memiliki makna jauh lebih besar daripada sekadar wisata. Perjalanan adalah sekolah kehidupan. Setiap langkah mengajarkan kerendahan hati. Setiap pertemuan memperluas persaudaraan. Setiap pengalaman menambah rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Kini, ketika kembali mengajar di Indonesia, setiap kali menceritakan pengalaman belajar di luar negeri kepada para siswa, Omjay selalu menyisipkan satu pesan sederhana.

"Pergilah mencari ilmu setinggi mungkin. Jelajahilah dunia seluas mungkin. Namun jangan pernah lupa membawa iman ke mana pun kaki melangkah. Sebab ilmu akan membuatmu dihormati manusia, sedangkan iman akan membuatmu dicintai Allah."

Foto di depan Masjid Qing Zhen Si bukan sekadar dokumentasi perjalanan tahun 2019. Foto itu adalah pengingat bahwa persaudaraan tidak mengenal batas negara, bahasa, maupun warna kulit. Ketika hati dipersatukan oleh keimanan dan semangat mencari ilmu, dunia terasa menjadi rumah yang lebih hangat.

Semoga Allah memberikan kesempatan kepada Omjay untuk kembali menginjakkan kaki di negeri Tirai Bambu, bersujud lagi di masjid yang penuh kenangan itu, bertemu kembali dengan sahabat-sahabat dari berbagai bangsa, dan terus menebarkan manfaat melalui pendidikan serta tulisan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4