Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.
Karena itulah perjuangan melalui Mahkamah Konstitusi menjadi pelajaran penting bagi bangsa ini. Ketika ada persoalan yang dianggap menyangkut amanat konstitusi, penyelesaiannya dilakukan melalui jalur hukum, bukan dengan kebencian ataupun permusuhan.
Inilah wajah demokrasi yang sehat. Perbedaan pandangan tidak harus berakhir dengan perpecahan. Sebaliknya, perbedaan dapat menjadi jalan menemukan kebijakan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia.
Saya membayangkan betapa panjang proses yang dilalui oleh para pemohon. Mereka harus menyiapkan dokumen, menghadirkan argumentasi, mengikuti persidangan demi persidangan, mendengarkan pendapat para ahli, hingga akhirnya menunggu putusan dibacakan.
Semua itu tentu membutuhkan tenaga, waktu, pikiran, bahkan keberanian. Tidak semua orang bersedia memperjuangkan sesuatu yang hasilnya belum tentu sesuai harapan.
Di sinilah saya belajar bahwa perubahan besar selalu dimulai dari orang-orang yang tidak menyerah. Mereka mungkin dikritik. Mereka mungkin disalahpahami. Bahkan mungkin dianggap sedang menghambat sebuah program pemerintah.
Namun apabila niatnya adalah menjaga amanat konstitusi dan memperkuat pendidikan nasional, perjuangan itu patut dihargai.
Sebagai guru, saya juga belajar bahwa perjuangan tidak selalu dilakukan di ruang kelas. Ada yang berjuang dengan mengajar sepenuh hati. Ada yang berjuang dengan menulis.
Ada yang berjuang melalui penelitian. Ada pula yang berjuang melalui jalur hukum demi memastikan hak pendidikan tetap terlindungi. Semua memiliki tujuan yang sama, yaitu menghadirkan masa depan Indonesia yang lebih baik.
Saya berharap putusan ini tidak dipandang sebagai kemenangan satu kelompok dan kekalahan kelompok lain. Pendidikan bukan arena menang atau kalah. Pendidikan adalah rumah besar bangsa Indonesia.
Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menjaganya. Pemerintah tetap dapat menjalankan program-program yang berpihak kepada masyarakat, sementara amanat konstitusi mengenai anggaran pendidikan tetap dihormati sesuai putusan Mahkamah Konstitusi.
Bagi para guru, jangan pernah lelah menjadi penjaga cahaya peradaban. Jangan berkecil hati ketika perjuangan terasa panjang. Sejarah menunjukkan bahwa setiap kemajuan pendidikan selalu lahir dari orang-orang yang memiliki keberanian memperjuangkan kebenaran dengan cara yang bermartabat.