Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Guru

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Siapa membantu guru agar menjadi pribadi yang profesional dan dapat dipercaya. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Kenapa Guru di Indonesia Sulit Sejahtera?

31 Juli 2026   14:19 Diperbarui: 1 Agustus 2026   10:55 169 6 2

Omjay Guru Blogger Indonesia/dokpri
Omjay Guru Blogger Indonesia/dokpri

Kisah Omjay kali ini menjawab pertanyaan seorang kawan. Kenapa Guru di Indonesia Sulit Sejahtera? Antara Janji, Prioritas Anggaran, dan Masa Depan Bangsa indonesia.

"Bangsa yang besar tidak hanya dibangun oleh tentara yang kuat atau infrastruktur yang megah, tetapi juga oleh guru yang hidup dengan layak dan mampu mengajar dengan tenang."

Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, isu kesejahteraan guru kembali menjadi pembahasan hangat. Kali ini perhatian publik tertuju pada tayangan FILONOMICS Kompas.com yang mengangkat pertanyaan sederhana tetapi sangat mendasar, "Kenapa Guru di Indonesia Sulit Sejahtera?" 

Dalam diskusi tersebut, Kepala Bidang Advokasi Guru P2G, Iman Zanatul Haeri, menyampaikan bahwa kesejahteraan guru masih jauh dari harapan. Besarnya anggaran pendidikan ternyata belum sepenuhnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan para pendidik. 

Sebagai seorang guru yang telah mengabdikan diri di dunia pendidikan selama lebih dari tiga puluh tahun, saya merasa persoalan ini bukan sekadar soal besaran gaji. Yang sedang dipertaruhkan adalah kualitas pendidikan dan masa depan generasi penerus bangsa.

(51) Kenapa Guru di Indonesia Sulit Sejahtera? | FILONOMICS - YouTube

Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa kesempatan juga mengakui bahwa gaji guru masih relatif kecil. Menurut beliau, kenaikan gaji guru tidak mudah dilakukan karena negara masih menghadapi kebocoran anggaran akibat berbagai praktik yang merugikan, seperti under-invoicing dan penyimpangan lainnya. 

Pernyataan tersebut tentu patut diapresiasi karena menunjukkan adanya pengakuan bahwa kesejahteraan guru memang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Namun, di sisi lain masyarakat juga berhak bertanya, apakah rendahnya gaji guru semata-mata disebabkan oleh kebocoran anggaran, atau justru karena kesejahteraan guru belum ditempatkan sebagai prioritas utama dalam kebijakan pembangunan nasional?

Pertanyaan itu semakin menarik jika kita melihat besarnya anggaran pendidikan Indonesia. Amanat Undang-Undang Dasar mengharuskan pemerintah mengalokasikan sedikitnya 20 persen APBN untuk sektor pendidikan. Nilainya mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun. Angka tersebut bahkan termasuk yang terbesar dibandingkan banyak sektor lainnya. 

Akan tetapi, besarnya anggaran belum otomatis membuat kehidupan guru menjadi lebih baik. Masih banyak guru honorer yang menerima penghasilan jauh di bawah upah minimum. Guru swasta masih menghadapi kesenjangan kesejahteraan dibandingkan guru ASN. Bahkan tidak sedikit guru yang harus mencari pekerjaan tambahan demi memenuhi kebutuhan keluarga. Kondisi seperti ini menimbulkan pertanyaan baru mengenai efektivitas penggunaan anggaran pendidikan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3