Arry Azhar
Arry Azhar Mahasiswa

Arry Azhar merupakan seorang yang hobi belajar. Baginya belajar adalah sesuatu yang mengasyikkan penuh dengan pengalaman serta nilai nilai kehidupan yang didapatkan. Melalui kompasiana, ia mencoba belajar menjadi penulis. Arry Azhar memiliki hoby membaca, mendengarkan musik, menulis, menonton film dan Traveling.

Selanjutnya

Tutup

Video

Cinta Ibu Sepanjang Jalan

24 Maret 2026   16:36 Diperbarui: 24 Maret 2026   16:36 104 2 2

"Ibu sudah lama bawa taksi?" tanya istri saya lagi.

"Sudah empat tahun, Bu. Sebelumnya ikut taksi aplikasi."

Lalu, seakan tahu akan ada pertanyaan berikutnya, ia melanjutkan sendiri, kali ini dengan suara yang tetap datar, namun justru membuat setiap katanya terasa jauh lebih berat.

"Sudah dua belas tahun saya jadi ibu tunggal. Suami meninggal. Dua belas tahun juga saya merawat tiga anak yatim, Pak, Bu."

Kalimat itu meluncur begitu saja, tanpa dramatisasi, tanpa keluhan.

Tetapi justru di situlah letak kekuatannya.

Saya membayangkan dua belas tahun panjang yang dijalani seorang perempuan sendirian. Menjadi ayah sekaligus ibu. Menjadi tempat pulang, tempat berharap, tempat anak-anak menggantungkan masa depan. Mungkin ada hari-hari ketika ia harus tetap tersenyum di depan anak-anaknya, padahal di dalam hati ia sendiri takut menghadapi esok pagi. Tak ada pilihan selain terus berjalan, sebab jika ia berhenti, tiga anak kecil di rumah akan kehilangan arah.

Di balik kemudi yang ia genggam, mungkin pernah ada malam-malam panjang yang dipenuhi kecemasan: biaya sekolah, kebutuhan rumah, sakit anak, tagihan yang datang bertubi-tubi, dan rasa lelah yang tak sempat diucapkan. Mungkin pernah ada saat ketika bensin hampir habis, sementara order belum juga datang. Pernah ada hujan deras tengah malam ketika ia tetap berada di jalan karena esok pagi uang sekolah harus dibayar. Pernah ada air mata yang jatuh diam-diam, lalu segera dihapus sebelum anak-anak melihatnya.

Namun perempuan itu tetap ada di hadapan kami tenang, tegak, dan penuh syukur.

"Saya cuma berdoa sama Allah," katanya pelan, "tolong jaga anak-anak saya, beri mereka kemudahan, dan mampukan saya sebagai ibunya untuk terus membimbing mereka."

Entah mengapa, kalimat itu terasa menyesak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6