Arry Azhar merupakan seorang yang hobi belajar. Baginya belajar adalah sesuatu yang mengasyikkan penuh dengan pengalaman serta nilai nilai kehidupan yang didapatkan. Melalui kompasiana, ia mencoba belajar menjadi penulis. Arry Azhar memiliki hoby membaca, mendengarkan musik, menulis, menonton film dan Traveling.
Perjalanan singkat itu berakhir, tetapi kisah di dalamnya justru tertinggal lama.
Setelah berpamitan, saya turun dengan perasaan yang sulit dijelaskan. Ada rasa malu, ada haru, ada kesadaran yang datang pelan-pelan. Saya menatap mobil itu beberapa detik sebelum ia kembali melaju. Di balik kaca belakang, sosok ibu itu perlahan menjauh, menuju penumpang berikutnya, menuju jalan berikutnya, menuju perjuangan yang mungkin besok akan ia ulang lagi seperti hari-hari sebelumnya.
Di balik keberhasilan seorang anak, sering kali ada tangan ibu yang bekerja tanpa suara. Ada doa-doa panjang di sepertiga malam. Ada air mata yang jatuh tanpa saksi. Ada rasa takut yang dipendam sendiri agar anak-anak tetap melihat dunia dengan harapan.
Mungkin di sela-sela menunggu penumpang, ibu itu pernah menangis sendiri.
Mungkin di balik setir yang ia genggam, ada lelah yang tidak pernah sempat ia ceritakan kepada siapa pun.
Namun yang tampak ke dunia hanyalah senyum, kesabaran, dan kalimat sederhana, Alhamdulillah.
Hari itu saya kembali diingatkan, apa pun yang kita capai hari ini, hampir selalu ada jejak perjuangan orang tua di belakangnya terutama seorang ibu.
Lebih-lebih bagi mereka yang harus menjalani semuanya seorang diri.
Idulfitri semestinya bukan hanya tentang saling berkunjung, tetapi juga tentang mengingat siapa yang paling dulu mendoakan kita tanpa pernah meminta balasan.
Jika mereka masih ada, datangi. Duduklah lebih lama. Dengarkan ceritanya. Peluk mereka lebih erat.
Jika jarak memisahkan, hubungi. Jangan menunggu nanti.