Isson Khairul
Isson Khairul Jurnalis

Saya memulai hidup ini dengan menulis puisi dan cerita pendek, kemudian jadi wartawan, jadi pengelola media massa, jadi creative writer untuk biro iklan, jadi konsultan media massa, dan jadi pengelola data center untuk riset berbasis media massa. Saya akan terus bekerja dan berkarya dengan sesungguh hati, sampai helaan nafas terakhir. Karena menurut saya, dengan bekerja, harga diri saya terjaga, saya bisa berbagi dengan orang lain, dan semua itu membuat hidup ini jadi terasa lebih berarti.

Selanjutnya

Tutup

Video Pilihan

Pesan Jose Rizal Manua untuk Pemimpin Bangsa

12 Desember 2023   13:03 Diperbarui: 12 Desember 2023   13:03 604 3 0


Selasa, 12 Desember 2023 ini, Debat Capres digelar. Dimulai pukul 19.00 WIB di panggung debat, di halaman Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol No. 29, Menteng, Jakarta Pusat. Debat Capres pertama ini dihadiri secara langsung oleh 800 orang undangan. Bagaimana kita menyikapinya?

Tanpa Keadilan, Tak Ada Perdamaian

Jose Rizal Manua. Foto: Isson Khairul
Jose Rizal Manua. Foto: Isson Khairul

Publik bisa menyaksikan debat tersebut, karena sejumlah stasiun televisi menyiarkannya secara live. Apa yang mereka perdebatkan? Debat pertama ini, temanya Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), Pemberantasan Korupsi, dan Penguatan Demokrasi.

Tentu, beragam janji akan bertaburan di panggung debat, yang akan berlangsung 2 jam tersebut. Apakah ketiga Calon Presiden (Capres) itu akan menepati janji mereka, jika terpilih? Semua terpulang kepada ketiga pasangan Capres tersebut: Anies-Muhaimin, Prabowo-Gibran, dan Ganjar-Mahfud.  

Mereka adalah politisi, yang didukung oleh Partai Politik. Janji mereka adalah janji politik. Dari penelusuran saya, janji politik bukan janji perdata dan tidak bisa digugat ke pengadilan, jika mereka tidak menepati janji. Percuma dong mendengarkan janji mereka? Atau, percaya janji mereka?  

Meski demikian, tak bisa diingkari, saat ini ketiga pasangan tersebut adalah calon Pemimpin Bangsa kita. Salah satu pasangan, kelak akan terpilih melalui Pemilihan Presiden, sebagai Presiden Republik Indonesia (RI) ke-8, yang akan dilantik pada Minggu, 20 Oktober 2024 mendatang.

Sebagai warga, banyak cara yang bisa dilakukan, agar pasangan Presiden Terpilih nanti, benar-benar menepati janji-janji mereka. Cara tersebut bisa disesuaikan dengan profesi serta minat kita masing-masing. Jose Rizal Manua, misalnya. Sebagai seniman, ia menulis puisi dan membacakannya, kemudian mem-publish-nya di berbagai media.

Tanpa keadilan perdamaian tak akan tercipta
Tanpa perdamaian kita tidak akan bisa membangun negara
Rakyat bukan perahu di atas gelombang
yang terus-menerus terombang-ambing
di tengah ancaman badai dan topan kehidupan

Itu petikan puisi karya Jose Rizal Manua, Wahai Pemimpin Bangsaku. Puisi itu ia bacakan pada Selasa, 26 April 2022, pukul 18:42 WIB di Ruang Rapat Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Jalan Kuningan Barat, Jakarta Selatan. Saya pikir, substansi puisi tersebut, relevan dengan tema Debat Capres yang dimaksud Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), Pemberantasan Korupsi, dan Penguatan Demokrasi.

Seni Mengelola Keberagaman

Pada Selasa, 26 April 2022 itu, Iwan Henry Wardhana selaku Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) DKI Jakarta, menginisiasi pertemuan dengan para seniman di kantornya. Yang hadir, antara lain, Jose Rizal Manua selaku Pimpinan Teater Tanah Air, Octavianus Masheka selaku Ketua Umum Komunitas Taman Inspirasi Sastra Indonesia (TISI), Fatin Hamama selaku pengurus Komunitas Sastrawan Indonesia (KSI), Ireng Halimun selaku Koordinator Sastra Semesta, dan Eki Thadan selaku Pendiri Komunitas Indonesia Kreatif (KEPIK).

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2