1. Pengawasan dan Batasan Fisik
Jangan pernah tinggalkan anak sendirian di tempat umum, seperti taman, mal, area parkir, atau bahkan di dalam mobil/kereta dorong, meskipun hanya sebentar.
Buat aturan yang jelas tentang ke mana anak boleh pergi, dengan siapa mereka boleh pergi, dan kapan harus pulang. Pastikan anak selalu minta izin sebelum meninggalkan rumah.
Ketahui rute perjalanan anak (misalnya ke sekolah) dan pastikan lingkungan tempat mereka bermain aman
Selalu periksa rekam jejak pengasuh atau orang yang bertugas menjemput anak. Diskusikan pengaturan penjemputan dengan pihak sekolah atau penitipan anak.
2. Keamanan Informasi dan Identitas
Hindari mem-posting informasi identitas, detail lokasi, atau foto anak secara berlebihan dan detail di media sosial yang bisa dimanfaatkan orang asing.
Buatlah kode rahasia yang hanya diketahui oleh anggota keluarga inti. Ajarkan anak untuk tidak pergi dengan siapa pun—termasuk yang mengaku kerabat—kecuali mereka bisa menyebutkan kode rahasia tersebut.
Pertimbangkan untuk membuat kartu identitas kecil yang dilaminasi berisi nama anak, alamat, dan nomor telepon orang tua/kontak darurat. Untuk anak yang sangat kecil, informasi ini bisa ditulis di bagian dalam pakaian.
Jangan pakaikan anak pakaian dengan nama mereka tercetak jelas, karena penculik dapat menggunakan nama tersebut untuk membangun kepercayaan.
3. Keamanan Digital
Awasi Aktivitas Online: Pantau penggunaan gadget dan aktivitas internet anak. Pastikan mereka tidak memberikan informasi pribadi atau berinteraksi secara intens dengan orang asing secara daring.