1. Waspada terhadap Orang Asing (Stranger Danger)
Jelaskan kepada anak bahwa orang asing (orang yang tidak dikenal baik oleh keluarga) tidak selalu terlihat jahat, bahkan bisa berpenampilan rapi dan ramah. Tekankan bahwa tidak semua orang asing jahat, tetapi mereka harus tetap waspada.
Ajarkan anak untuk menolak menerima makanan, permen, hadiah, atau ajakan pergi dari orang yang tidak dikenal, meskipun dengan iming-iming yang menarik (seperti membantu mencari hewan peliharaan yang hilang). Ajari mereka untuk menolak dengan baik-baik dan tegas.
Ajarkan anak untuk selalu mengatakan "Saya harus tanya ibu/ayah dulu" jika ada orang yang ingin mengajak mereka ke suatu tempat atau menawarkan sesuatu, bahkan jika itu adalah orang yang mereka kenal (karena penculikan sering dilakukan oleh orang yang dikenal).
Ingatkan anak untuk tidak pernah memberikan informasi pribadi seperti nama lengkap, alamat rumah, atau nama sekolah kepada orang asing.
2. Tindakan dalam Keadaan Bahaya
Prinsip 'No, Go, Yell, Tell' (Tolak, Lari, Berteriak, Beri Tahu):
-Tolak (No): Tolak ajakan atau permintaan yang membuat mereka tidak nyaman.
-Lari (Go): Segera lari menjauhi orang yang mencoba memaksa mereka.
-Berteriak (Yell): Berteriak sekeras mungkin (misalnya "Ini bukan ayahku/ibuku!" atau "Tolong!") dan buat keributan.
- Beri Tahu (Tell): Segera cari orang dewasa yang dapat dipercaya (polisi, satpam, penjaga toko, atau ibu yang bersama anak) dan ceritakan apa yang terjadi.
Bantu anak mengenali tempat-tempat aman di sekitar mereka jika tersesat atau merasa terancam (pos polisi, pos satpam, atau toko ramai).
Pastikan anak menghafal nama lengkap mereka, nama orang tua, alamat rumah, dan nomor telepon orang tua atau nomor darurat.
Melatih keterampilan ini melalui permainan peran (role playing) secara rutin akan sangat membantu anak agar siap menghadapi situasi berbahaya.
Yuk simak videonya.
Sumber: YouTube @Isti Yogiswandani channel